| Ahmad Baedowi ; Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta |
Monday, 25 January 2016
Mengembangkan Otoritas Profesional Guru
Saturday, 23 January 2016
Sampaikan Perasaan Cintamu Padanya!
Nabi bersabda: “Apabila salah seorang kalian mencintau rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah”

Friday, 22 January 2016
Setelah 28 Tahun Mengkaji Semua Agama, Petinggi Budha Ini Akhirnya Bersyahadat
Sunday, 29 September 2013
Ditumbangkan Maroko, Timnas U-23 Gagal Juara
Indonesia sempat memimpin 1-0 di babak pertama. Gol dicetak bek kanan Alfin Tuasalamony lewat titik putih di menit ke-10.
Penalti bermula dari kesalahan penjaga gawang Maroko yang melanggar penyerang Indonesia Bayu Gatra di kotak penalti. Tanpa ampun, wasit langsung menunjuk titik putih setelah pelanggaran tersebut.
Maroko berhasil membalikan keadaan pada babak kedua. Gol dicetak lewat El Hassouni Aymane di menit ke-70 dan El Karti Walid di menit ke-82.
Gol Aymane tercipta setelah terjadi kemelut di mulut gawang Indonesia. Berawal dari tendangan sudut, bola gagal disapu keluar para pemain Indonesia dan jatuh di kaki Aymane yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga.
Selang 10 menit, Maroko kembali memimpin kali ini lewat Walid yang lolos dari pengawalan bek-bek Indonesia yang mulai terlihat kelelahan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan itu membuat medali emas cabang sepak bola ISG diraih Maroko. Sedangkan Indonesia harus puas dengan medali perak. Adapun medali perunggu diraih Turki yang pada laga sebelumnya pada perebutan tempat ketiga mengalahkan Arab Saudi.
Basarnas Indonesia Diduga Terima Uang Haram Australia
Sebelumnya, sebanyak 21 imigran gelap asal Yordania, Irak, Lebanon dan Afrika tewas setelah kapal yang ditumpanginya menuju Australia mengalami kecelakaan laut di Pantai Cikole, Kampung Genggong, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Cianjur pada Jumat (27/9). Sedangkan 24 imigran gelap yang selamat ditampung sementara di Hotel Sarah di Jalan Selabintana, Kabupaten Sukabumi.
Hikmahanto menambahkan Basarnas sebagai institusi pemerintah ternyata telah menjadi 'tentara bayaran' bagi permasalahan Australia, bahkan mereka bekerja bukan untuk kepentingan Indonesia melainkan untuk kepentingan Australia. "Praktik seperti ini harus dihentikan agar tidak ada kesan Indonesia telah 'dijual'," katanya.
Ia mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan untuk mendapatkan klarifikasi dari Kepala Basarnas dan DPR-RI wajib memanggil Kepala Basarnas untuk mendalami permasalahan. "Bila perlu KPK turun untuk menyelidiki kemungkinan adanya uang ilegal yang diterima Basarnas dari pemerintah Australia," katanya.
Ia mengatakan terdapat sejumlah kejanggalan dari kejadian tersebut hingga diserahkannya para pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah dari Angkatan Laut Australia ke Basarnas. "Alangkah bodohnya Basarnas bersedia menerima para pencari suaka dan pengungsi ini dari AL Australia dengan alasan dari pihak Australia mereka berada di wilayah Indonesia. Ini merupakan bentuk kebodohan, bukan keramahan," paparnya.
Bila para pencari suaka dan pengungsi adalah WNI, kata dia, maka bisa dipahami dan secara hukum internasional ada kewajiban Indonesia menerima kembali warganya.
Kompolnas: Minimal Sutarman Tahu Penahanan Novel Baswedan
Ini diakui oleh Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan kepada Republika. Edi menjelaskan, Sutarman memang terlibat karena posisinya sebagai Kabareskrim waktu itu.
Apalagi sistem dalam kepolisian bersifat sentralistik. "Paling sedikit ia tahu tentang penangkapan tersebut," kata dia, Sabtu (28/9).
Edi melanjutkan, keterlibatan Sutarman paling tidak karena adanya perintah dari atasannya, bukan inisiatif sendiri. Kompolnas juga dikatakan sudah memberikan teguran kepada Polri dan memberi masukan agar penenagkapan Novel di Bengkulu di hentikan. "Ini kita lakukan karena itu salah prosedur," kata dia.
Yang harus diperhatikan, katanya, siapakah orang tersebut yang menyuruh Sutarman? Ini yang patut diungkap karena jabatannya dipastikan lebih tinggi dari Sutarman.
"Sekalipun banyak orang menilai ini catatan hitam Sutarman, tapi itu perlu didiskusikan," kata dia.
Ruhut Dinilai Sebagai Anggota Dewan Paling Ngotot
Menurut Mochtar, kengototan anggota DPR ini cenderung dilihat sebagai hal yang negatif. Sebab karakter masyarakat Indonesia kurang suka dengan orang yang menyampaikan pendapat secara ngotot
"Responden menilai mereka ngotot bukan untuk rakyat. Namun ngotot, keras, apakah dalam konteks negatif atau positif seperti memperjuangkan keinginan rakyat, tetap saja dinilai pada konotasi negatif," kata Mochtar di Jakarta, Ahad, (29/9).
Eva Kusuma maupun Amien Rais kebanyakan memperjuangkan gagasan positif. "Namun masyarakat tetap tidak suka dengan cara penyampain gagasan yang ngotot," ujar Mochtar.
Gaya komunikasi Priyo Budi Santoso dan Jokowi, terang Mochtar, malah lebih disukai oleh masyarakat. Mereka tidak suka ngotot dan lebih sesuai dengan karakter masyakat Indonesia yang lebih paguyuban.
Priyo, ujar Mochtar, dalam berkomunikasi dinilai santun dan tidak berapi-api. Ini gaya bicara yang disukai masyarakat.
Priyo, Anggota Dewan Paling Aspiratif
Ia dinilai sering mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat. Berdasarkan survei, terang Mochtar, anggota dewan paling aspiratif diduduki Priyo Budi Santoso pada peringkat pertama dengan presentase 6,91 persen, disusul Rieke Dyah Pitaloka 6,16 persen, Ganjar Pranowo 5,6 persen, Taufik Kurniawan 4,67 persen, Budiman Sudjatmiko 3,92 persen, Mahfudz Siddiq 3,45 persen, Ahmad Muqowam 2,89 persen, Ahmad Muzani 2,52 persen, dan Eko Hendro Purnomo 2,14 persen.
Kategori aspiratif, ujar Mochtar, diukur dari bagaimana publik mengetahui sikap aspiratif anggota dewan tersebut dari berbagai sumber informasi. Sumber informasi itu baik dari TV, surat kabar, atau interaksi antara responden dengan anggota dewan saat turun menyapa konstituennya di dapil-dapil.
Sebenarnya, kata Mochtar, penentu utama penilaian aspiratif atau tidaknya seorang anggota dewan adalah faktor rajin atau tidaknya mereka turun ke dapil. "Faktor media atau pemberitaan bukan faktor utama," katanya.
Hasil olah survei, Mochtar menerangkan, diketahui nama anggota dewan yang sering turun ke masyarakat, bukan hanya mengandalkan pencitraan baik di televisi. Walaupun banyak anggota dewan yang sering menggunakan televisi untuk alat pencitraan.
Ruhut Sitompul, kata Mochtar, setiap hari muncul dan menyampaikan pendapat di televisi. Namun ia tidak masuk sebagai anggota dewan aspiratif.
Priyo sendiri, saat terjadi penolakan anggota komisi III terhadap Ruhut untuk memimpin komisi III, bersikap
demokratis dan aspiratif. Ia berani mengambil sikap dengan menampung aspirasi berbagai anggota komisi III dari Fraksi PPP, Hanura, PKS, Golkar yang menolak Ruhut menjadi ketua komisi III.
Anies Baswedan: Guru Indonesia perlu Diberdayakan
Hidayatullah.com--Manusia Indonesia ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk merubah wajah Indonesia. Ke depan, diyakini peran para pendidik atau guru akan semakin sentral untuk pendidikan Indonesia.
Demikian disampaikan Dr Anies Baswedan dalam acara IDEAFEST2013 di JCC, bertema dalam acara "A State of Indonesian Creative Conference” hari Sabtu, 28 September 2013, di Jakarta Convention Centre, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta, di mana Anies Baswedan menjadi salah satu pembicaranya.
"Saya melihat makin hari peran guru sangat sentral. Kami mempercayai betul kekuatan guru sebagai pengubah anak-anak didiknya," ujar Anis Sabtu (28/9/2013) kemarin.
"Kalau kita boleh katakan, pada gurulah kita titipkan persiapan masa depan republik ini. Betul-betul pada guru dan di sekolah-sekolah itu wajah masa depan kita,"tambahnya.
Dengan kualitas guru yang seperti ini saja, hasilnya kita semua di sini. Please respect our teacher karena dengan guru ini saja sudah terjadi perubahan Indonesia seperti sekarang,"terangnya.
Meski demikian, Anies melihat ada masalah terhadap peran guru di Indonesia. Masalahnya terutama seputar kualitas guru dan distribusi guru untuk daerah-daerah di Indonesia.
Untuk itu, Anies menginginkan perlunya meningkatkan peran guru untuk ke depannya.
"Ke depan peran guru akan bergeser. Di banyak tempat kita mulai menyaksikan proses belajar tidak lagi mengandalkan guru sebagai sumber pengetahuan tapi guru sebagai fasilitator, guru sebagai teman, guru sebagai salah satu sumber yang merangsang munculnya motivasi untuk belajar. Jadi peran guru mengalami pergeseran,"harapnya.
Selain itu, Anies menekankan perlunya empowerment (pemberdayaan) bagi para guru. Yang tidak kalah penting, kata dia adalah menyambungkan tiap institusi pendidikan dengan sumber-sumber pengetahuan.
"Hari ini di Jakarta konektivitas sudah baik, tapi di luar itu, di luar kota besar apalagi di daerah-daerah relatif yang jauh dari pusat-pusat kemajuan, konektivitas adalah masalah besar. Ini tantangan kedua yang harus kita segera bereskan. Dimana kita bisa memainkan peran,"pungkasnya.*/kiriman Runni (Jakarta)
sumber: www.hidayatullah.com
Sunday, 8 August 2010
MOHON BANTUAN DARI PARA BLOGGER
Telah Pergi meninggalkan Rumah anak kami yang bernama:
WAFIQA SEPTI WIDYA NINGRUM pada tanggal 24 Juni 2010 sepulang dari Sekolah dengan ciri-ciri Memakai Jilbab, Pakaian Seragam Sekolah Putih Abu abu, Tinggi Badan kira-2 : 167 Cm, Berat Badan : 50 kg Rambut Ikal /berjilbab, Umur : 17 Th. Muka Bulat, Apabila BPK / Ibu,Sdr / I mengenalinya /mengetahuinya dan atau ketempatan bisa Menghubungi Bpk. MUNAJAM Alamat Cipinang Melayu Rt.010/002 No.17 Kec. Makasar Jakarta Timur Tlp. 021-85906871 Hp. 081398217832, 085691239911, 085888456355 Atau POLSEK setempat.
Untuk keterangan lebih jelas beserta fotonya silahkan download disini
Untuk teman-teman yang bersedia membantu, mohon mengcopy berita diatas dan meletakannya pada blog teman-teman. Atas kesediaannya membantu, saya pribadi atas nama orang tua anak diatas mengucapkan banyak terima kasih dan semoga Tuhan membalas budi baik teman-teman semua.
http://b1sn1sku.blogspot.com/2010/07/mohon-bantuan-dari-para-blogger.html?
Thursday, 22 July 2010
Menteri Lingkungan Hidup Inggris: Cadar adalah Kemuliaan Kaum Perempuan
Menteri Lingkungan Hidup Inggris, Caroline Spelman menambah jajaran pejabat pemerintah Inggris yang tidak setuju dengan larangan mengenakan cadar bagi kaum perempuan, khususnya para muslimah. Sebelumnya, Menteri Imigrasi Inggris Damian Green berkomentar bahwa larangan mengenakan cadar tidak selaras dengan karakter negara Inggris yang menjunjung sikap toleransi dan saling menghormati di kalangan masyarakatnya. Ia juga yakin dan tidak mengharapkan parlemen Inggris akan memberlakukan larangan mengenakan cadar seperti yang diberlakukan negara Perancis.
Sejalan dengan pernyataan Green, Menteri Lingkungan Hidup Inggris mengatakan bahwa perempuan yang mengenakan cadar adalah perempuan yang berdaya dan bermartabat. "Mengenakan cadar merupakan pilihan hidup mereka sendiri," kata Caroline di tengah pro kontra larangan cadar yang mulai mencuat di Inggris.
Dalam acara "Sunday Live" di stasiun televisi Sky News, Spelman mengatakan bahwa kaum perempuan berhak memutuskan apa yang ingin dikenakannya dan larangan mengenakan cadar "bukanlah ciri dari negeri ini." Ia juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Afghanistan, yang membuatnya memahami bahwa mengenakan cadar merupakan kemuliaan bagi kaum perempuan.
"Buat mereka, mengenakan cadar memberikan mereka kemuliaan. Itu pilihan mereka sendiri, memilih untuk keluar rumah dengan mengenakan burka (busana muslimah longgar yang menutupi seluruh tubuh dan dilengkapi dengan cadar). Saya memahami ada perbedaan dengan budaya di negara saya, tapi faktanya di Afghanistan kaum perempuan bebas untuk memilih ... apakah akan mengenakan burka atau tidak," tutur Spelman, salah satu menteri senior di kabinet pemerintah Inggris.
"Saya tidak mau, sebagai perempuan tinggal di negeri yang mengatur busana apa yang boleh dan tidak boleh saya kenakan. Salah satu hal yang kita banggakan di negeri ini, adalah kebebasan, diantaranya kebebasan untuk memiih apa yang akan Anda kenakan," tandas Spelman seperti dikutipDaily Telegraph.
"Jadi, melarang cadar sangat bertolak belakang dengan apa yang berlaku di negara ini," sambungnya.
Adalah Philip Hollobone, anggota parlemen Inggris dari kelompok Konservatif yang mengajukan draft undang-undang untuk membatasi setiap orang yang mengenakan penutup wajah di tempat-tempat umum.
Hollobone mengatakan, ia akan menolak bertemu dengan muslimah yang mengenakan cadar, kecuali muslimah itu membuka cadarnya. (ln/wb/eramuslim)
Menteri Imigrasi: Larangan Cadar Bertentangan dengan Karakter Negara Inggris
Di negara tetangga Perancis, Inggris, boleh tidaknya mengenakan cadar masih menjadi kontroversi bahkan di kalangan pejabat pemerintahan negeri itu. Menteri Imigrasi Inggris, Damian Green, termasuk pejabat Inggris yang tidak setuju jika Inggris juga memberlakukan larangan perempuan, khususnya para muslimah, mengenakan cadar. Ia menyatakan, larangan semacam itu sama sekali tidak mencerminkan karakter negara Inggris yang menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
"Mengatur orang soal apa yang boleh dan tidak boleh mereka kenakan saat mereka berjalan-jalan di luar rumah, adalah tindakan yang tidak sesuai karakter negara Inggris," kata Green pada Sunday Telegraph. "Kita sangat tidak menginginkan parlemen Inggris membuat aturan hukum yang mendikte apa yang harus dikenakan seseorang. Berbeda dengan Perancis, dimana cadar dinyatakan terlarang dikenakan di tempat-tempat umum, Inggris bukan negara sekuler yang agresif," tandas Green. Ia menambahkan, ada situasi-situasi khusus dimana seseorang yang mengenakan cadar boleh diminta untuk melepas cadarnya.
Di Inggris, wacana agar pemerintah Inggris juga mengeluarkan undang-undang yang melarang seseorang mengenakan cadar di tempat-tempat publik, digulirkan oleh anggota parlemen Philip Hollobone. Sebuah survei yang dilakukan di Inggris baru-baru ini menunjukkan dukungan yang luas dari respondennya atas usulan pelarangan cadar. Tapi Green menegaskan, kecil kemungkinan pemerintah Inggris akan menyetujui larangan cadar seperti yang diberlakukan negara Perancis. (ln/Indp/eramuslim)
sumber artikel: wahdah islamiyah






