Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Monday, 25 January 2016

Mengembangkan Otoritas Profesional Guru


SEORANG teman dari Kemendikbud dua minggu lalu menelepon saya. Ia mengatakan bahwa ia bingung dengan rencana Mendikbud Anies Baswedan yang hendak melaksanakan lagi uji kompetensi guru (UKG) terhadap semua guru di Indonesia. Pasalnya, bukan hanya terletak pada substansi yang hendak diujikan, melainkan juga menyangkut biaya yang tidak sedikit. Padahal, data UKG tahun-tahun sebelumnya masih ada dan mangkrak hanya sebagai data tanpa ada intervensi kebijakan yang serius terhadap guru dalam 2 tahun terakhir. Data UKG sejak 2012 hingga 2014 relatif sama. Itu menandakan Kemendikbud belum melakukan banyak perubahan berarti untuk meningkatkan kapasitas guru.
Muncul dua pertanyaan dari saya, yaitu apakah Menteri Anies Baswedan tidak percaya dengan hasil UKG yang sudah ada? atau jangan-jangan Pak Menteri hanya menjalankan program yang sudah direncanakan sebelumnya dalam rangka evaluasi kinerja kementerian yang daya serap anggarannya masih rendah? Agar tak banyak spekulasi yang muncul, saya menebak Menteri Anies ingin pelaksanaan UKG tahun ini lebih baik dari segi substansi dan teknis pelaksanaannya.
Namun, itu tetap saja tak masuk di akal saya karena kebijakan melakukan UKG setiap tahun tetap merupakan pemborosan karena pemerintah belum maksimal melakukan intervensi terhadap data yang ada.
Otoritas profesional dan pedagogis
Menyangkut profesionalitas guru, saya ingin bertanya apakah aspek pedagogis guru bisa dites melalui serangkaian soal di komputer seperti yang diujikan dalam UKG? Menurut saya, itu sangat absurd karena aspek pedagogis akan lebih baik diujikan melalui serangkaian observasi yang terukur dan sistemik di dalam sebuah sekolah. Karena itu, penting bagi seluruh stakeholders pendidikan di Indonesia untuk memahami esensi profesionalitas guru berdasarkan kemampuan manajerial sekolah di tiap-tiap wilayah. Mengapa?
Otoritas profesional berasumsi bahwa proses pembelajaran merupakan suatu disiplin intelektual yang memerlukan pengembangan dalam suatu wadah yang baik. Dengan kata lain, jika guru punya otoritas, ia akan mudah dikenali secara cepat dan mudah, baik oleh anak didiknya maupun praktisi pendidikan lainnya. Di samping itu, otoritas profesional dapat menunjukkan jati diri guru, yaitu selain sebagai pembaca buku, juga sekaligus pembelajar bagi anak didiknya. Ketiadaan otoritas bagi seorang guru dapat diibaratkan seperti seorang dokter yang melakukan diagnosis tanpa pengetahuan teori dan cara mendiagnosis pasien.
Salah satu syarat yang dibutuhkan untuk menumbuhkan otoritas profesional guru ialah memahami dan kemudian meninggalkan paradigma lama dalam melakukan pola pembelajaran. Lebih dari 15 tahun para guru di seluruh dunia terbuai dengan teori behaviorisme yang selalu berusaha mencoba mengubah tingkah laku. Secara interinsik, proses belajar mengajar dalam behaviorisme terlalu terpaku pada masalah-masalah yang kompleks dan tak terpecahkan, yaitu asumsi stimulus respons terlalu menyederhanakan masalah pembelajaran yang semakin spesifik. Pendekatan behavioristik juga sangat kurang menghargai kreativitas siswa karena model menghapal dan meng-copymasalah menjadi ciri lain dari model ini. Dalam dunia pendidikan yang sudah berkembang sedemikian pesat sekarang ini, otoritas guru yang didasarkan pada teori behaviorisme harus segera diubah ke pendekatan functional-learning, sebuah pendekatan yang lebih menghargai kapasitas akademis guru dan siswa secara bersamaan.
Teori fungsional (functioning theory) berkembang dalam 20 tahun terakhir. Model ini mensyaratkan otoritas guru tergantung dari siapa yang mengajar. Dalam bahasa Jerome Bruner, model teori itu seperti fungsi seorang ibu yang berinteraksi dengan anaknya melalui akuisisi bahasa (Bruner, Learning the Mother Tongue, Human Nature, September 1978). Artinya, teori ini melihat bahasa sebagai hasil interaksi seorang ibu atau guru ketika menggunakan bahasa sesuai dengan rasa bahasa yang berkembang dalam diri seorang anak. Di dalam kelas, guru harus melihat penugasan dalam penulisan bukan sebagai tiruan tegas, melainkan sebagai situasi penulisan yang mempunyai satu peran fungsional terhadap daya nalar dan daya tangkap seorang anak.
Karena itu, diperlukan cara untuk menguji kompetensi profesional dan pedagogis guru dari jarak yang paling dekat dengan siswa dan lingkungan sekolah. Ambil contoh bagaimana SSB melakukan monitoring dan evaluasi terhadap guru dan siswa. Bagi manajemen SSB, monitoring yang paling utama justru harus dilakukan terhadap guru terlebih dahulu sebelum mereka menguji dan mengevaluasi para siswa. Karena itu, kami beruntung memiliki tools seperti sistem informasi sekolah terpadu online (sisto), yang digunakan tidak hanya mela cak kemampuan siswa dalam belajar, tetapi juga mendeteksi kemampuan mengajar para guru dari waktu ke waktu. Model monitoring dan evaluasi guru jenis ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru pada empat hal yang menjadi isu utama undang-undang guru, yaitu kompetensi profesional, pedagogis, sosial, dan kepribadian (sikap).
Untuk mengukur kompetensi profesional seorang guru, sisto yang kami buat cukup mendata seberapa banyak buku, artikel, jurnal, dan tulisan yang digunakan dan dibaca para guru ketika mereka meng ajarkan materi tertentu. Guru tak hanya dibekali buku teks mata ajar tertentu yang menjadi spesialisasinya, tetapi juga wajib membaca bahan-bahan lain dalam rangka mendukung proses belajar mengajar yang lebih kreatif dan menyenangkan. Setiap minggu guru SSB diwajibkan mengisi modul profesional guru yang ada dalam sisto secara rutin untuk melihat berapa banyak bahan yang dibaca guru tersebut selain buku teks.
Kompetensi pedagogis juga diukur dan dievaluasi secara terencana dan berjenjang melalui modul supervisi dan observasi kelas yang secara terus-menerus dilaku kan direktur sekolah, kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Melalui instrumen supervisi dan observasi kelas, direktur sekolah dan kepala sekolah bertugas dan bertanggung jawab untuk mengevaluasi apakah kemampuan implementatif guru pada aspek metodologis dan strategi pembelajaran berkembang atau tidak. Lagi-lagi, modul kompetensi pedagogis yang terintegrasi ke dalam sisto ini juga terbuka untuk stakeholders lain yang ingin melihat peta perkembangan pedagogis guru secara periodik.
Lant Pritchett dalam The Rebirth of Education: Schooling Ain’t Learning (2013) menengarai sistem persekolahan di banyak negara telah gagal dalam upaya mencerdaskan masyarakat karena pilihan soal desentralisasi tidak dianalisis berdasarkan struktur sosial budaya di tempat sekolah itu berada. Meskipun kita bisa melihat ada banyak hambatan yang akan terus muncul, menjadikan sekolah sebagai basis dan unit analisis sebuah kebijakan ialah imperatif. Saya menunggu kebijakan uji kompetensi guru (UKG) jenis lain, yaitu berbasis sekolah seperti yang dilakukan SSB, tidak masif seperti sekarang dan menelan biaya yang juga sangat besar.
Ahmad Baedowi ;  Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
  MEDIA INDONESIA, 16 November 2015
http://widiyanto.com/mengembangkan-otoritas-profesional-guru/

Saturday, 23 January 2016

Sampaikan Perasaan Cintamu Padanya!

Nabi bersabda: “Apabila salah seorang kalian mencintau rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah”


Sesungguhnya ajaran Islam merupakan ajaran yang penuh kasih sayang. Tidak ada ajaran manapun yang melebihi kasih sayang dalam ajaran Islam. Bagaimana tidak? Sementara dalam Islam diajarkan bahwa semua pemeluk agama Islam itu bersaudara. Satu sama lain memiliki hubungan ukhuwah. Mereka dipersatukan oleh kalimat tauhid yang kokoh. Selain itu, sesama umat Islam dianggap sama di hadapan Allah Ta’ala. Karenanya Islam tidak mengenal istilah kasta. Mereka yang duduk di atas kursi kepemimpinan dengan mereka yang berada di bawah terik matahari bercocok tanam sama di sisi Allah. Mereka yang memiliki istana mewah sama kedudukannya dengan mereka yang hanya bertinggal di bawah kolong jembatan. Semuanya sama. Tak ada bedanya.
Tidak sampai di situ, persaudaraan dalam Islam dianggap suatu urgensitas kekuatan. Apalagi di saat kondisi musuh mengepung dari segala penjuru, seperti yang terjadi di zaman Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tatkala kaum kuffar bersepakat untuk memburu kaum muslimin. Siksa demi siksa terus diarahkan kepada siapa pun yang memeluk Islam. Karenanya, Allah Ta’ala memerintahkan supaya kaum muslimin bersatu. Baik bersatu dalam pendapat maupun tempat. Akhirnya hijrah pun disyariatkan. Mereka yang masih tinggal di Makkah diperintahkan supaya berhijrah ke Madinah untuk berkumpul bersama saudara-saudara seiman mereka di sana demi tercapainya tujuan yang mulia.
Bahkan Allah sampai mengancam orang yang enggan melakukan hijrah dari negeri kufur ke negeri Islam bukan karena alas an syar’i. hal ini tercermin dalam firman-Nya:
إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنتُمْ ۖ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ ۚ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا ۚ فَأُولَٰئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا فَأُولَٰئِكَ عَسَى اللَّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَفُوًّا غَفُورًا
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun” (QS: An-Nisa: 97-99).
Demikianlah, persatuan umat Islam yang diperlukan dalam setiap kondisi. Terkait persaudaraan sesama muslim, Allah Ta’ala menegaskan,
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
Orang-orang mukmin itu bersaudara” (QS: Al-Hujarat: 10).
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يحقره بحسب امرىء من الشر أن يحقر أخاه المسلم
Seorang muslim itu bersaudara dengan muslim lainnya. Ia tidak boleh menganiayanya, menelantarkannya, dan meremehkannya. Orang yang merendahkan saudaranya semislam itu sudahlah dianggap sebagai orang yang buruk perangainya” (HR Muslim).
Dalam hadits lain, beliau –shallallahu ‘alaihi wa sallam– juga bersabda,
لا يؤمن أحدكم حتى يحبَّ لأخيه ما يحب لنفسه
Iman salah seorang kalian tidaklah sempurna sampai ia mencintai pada apa yang ada pada saudaranya persis seperti ia mencintai sesuatu yang ada pada dirinya sendiri
Dalam Shahih Al-Bukhari, ketika Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– hendak meminang ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha– dari bapaknya, Abu Bakar –radhiyallahu ‘anhu-, Abu Bakar –antara lain- mengatakan pada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Aku ini hanyalah saudaramu”. “Engkau adalah saudaraku menurut agama Allah dan kitab-Nya, sedangkan ‘Aisyah halal untuk diriku”.
Pada kesempatan lain, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– menyatakan:
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, berbelas kasih sesame mereka itu bagaikan satu jasad yang apabila ada anggota badan itu ditimpa sakit, maka seluruh anggota badan lain akan merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam”.
Oleh karena hal tersebut, sehingga tidaklah heran manakala Allah Ta’ala mensyariatkan orang-orang Islam yang masih hidup untuk mendoakan suadara-saudara merek ayang sudah meninggal.
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” (QS: Al-Hasyr: 10).
Di samping itu, terkadang keakraban seorang muslim dengan saudaranya itu akan lebih erat ketika masing-masing merasa diperhatikan oleh saudaranya itu. dengan demikian orang akan merasa kuat dan tegar dalam segala keadaan karena Allah telah mengiriminya saudara yang siap membantunya kapan pun. Dengan itulah orang-orang mukmin terlihat kokoh dan perkasa di hadapan orang-orang kafir sehingga mereka disegani dan dipandang.
Dari situ maka termasuk hal yang sunnah dalam persaudaraan seiman ialah menyampaikan perasaan cinta itu kepada orang yang dicintainya.
Mengenai hikmah dibalik itu, Al-Munawi mengatakan, “Hal tersebut akan melanggengkan keakraban dan mengokohkan rasa cinta. Dengannya kecintaan akan bertambah dan berlipat, menyatukan suara serta pendapat di antara sesame orang Islam, dan menggugurkan kerusakan serta dendam kesumat. Ini merupakan bagian dari keindahan syariat Islam” (Faidhul Qadir I/357).
Sebelumnya beliau menjelaskan bahwa apabila ia memberinya tahu tentang perasaan cintanya itu, maka hatinya kan lebih condong dan akan diperolehlah rasa kasihsayang. Karena apabila ia mengetahui bahwa ia mencintainya sebelum ia memberinya nasehat tentang kekeliruannya supaya dapat ditinggalkannya, ia tak akan menolak. Sehingga keberkahan dapat diperoleh di situ.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ujarnya, “Ada seseorang yang bersanding dengan Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Lantas lewatlah seseorang. Orang yang di saniding Nabi tadi pun berkata, “Sejatinya aku mencintai orang ini”.
Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pun bertanya, ‘Sudahkah engkau beri tahu dia?
Ia menjawab, ‘Belum’.
Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda, ‘Kalau begitu berilah dia tahu’”.
Anas menceritakan, “Maka orang tadi pun mengejarnya seraya berkata, “Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.”
Ia menimpali, ‘Semoga Dzat yang telah membuatmu mencintaiku, mencintaimu’” (HR Abu Dawud).
Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abu Dzar –radhiyallahu ‘anhu-, bahwasanya ia mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
إِذَا أَحَبَّ أَحَدَكُمْ صَاحِبَهُ ، فَلْيَأْتِهِ فِي مَنْزِلِهِ ، فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ لِلهِ
Apabila salah seorang kalian mencintau rekannya, seyogyanya ia mendatanginya di rumahnya dan memberinya tahu bahwa ia mencintainya karena Allah”.
Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad meriwayatkan dari Mujahid, katanya, “Salah seorang shahabat Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah menjumpaiku. Ia meraih pundakku dari belakang seraya bertutur, “Sesungguhnya aku mencintaimu”. Ia berkata, ‘Semoga engkau dicintai Dzat yang telah membuatmu mencintaiku’. Ia berkata pula, ‘Kalaulah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– pernah bersabda,
إذا أحب الرجل الرجل فليخبره أنه يحبه
Apabila seseorang mencintai orang lain, hendaknya ia memberinya tahu bahwa ia mencintainya, tentulah aku tidak akan memberimu tahu”.
Mujahid berkata, “Beliau pun mulai menawariku untuk melamar seseorang. Katanya, ‘Sesungguhnya ada di tengah-tengah kami budak wanita. Namun ketahulah bahwa dia itu bermata sebelah’”.
Dikisahkan dari Abu Muslim Al-Khaulani –rahimahullah-, kisahnya, “Pernah aku memasuki sebuah masjid di kota Homs. Di dalamnya kujumpai ada sekitar 30 orang yang sudah tua dari kalangan shahabat Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Di tengah mereka terdapat anak muda yang kedua matanya hitam, gigi depannya putih berdiam. Apabila orang-orang bingung terhadap suatu masalah, mereka menghadapnya untuk memecahkan masalah itu.
Aku pun bertanya pada orang yang duduk di sisiku, ‘Siapakah gerangan?’. Jawabnya, ‘Beliau itu Mu’adz bin Jabal’.
Tiba-tiba terpatrilah rasa cintaku padanya dalam hatiku. Aku masih saja berada di tengah mereka sampai bubar. Aku pun lantas bergegas ke masjid. Ternyata Mu’adz bin Jabal tengah mengerjakan shalat menghadap suatu tiang masjid. Beliau terdiam tidak mengajakku berbicara. Aku pun demikian tak mengajakknya berbincang. Aku kerjakan shalat lantas aku duduk duduk dengan beralaskan kainku. Beliau masih duduk terdiam tidak mengajakku berbicara. Aku juga berdiam diri tidak mengajaknya berdialog. Kemudian kukatakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu.’ Beliau menimpali, ‘Kamu mencintaiku karena siapa?’ Kataku, ‘Karena Allah Tabaraka wa Ta’ala.’ Beliau pun mengambil kainku dan menarikku kepadanya sebentar. Beliau berkata, ‘Kalau kamu jujur, maka selamat! Sebab aku telah mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda,
المتحابون في جلالي لهم منابر من نور ، يغبطهم النبيون و الشهداء
Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya yang membuat para nabi dan orang yang mati syahid iri pada mereka”.
Abu Muslim mengisahkan, “Aku keluar dan berjumpa dengan ‘Ubadah bin Ash-Shamid –radhiyallahu ‘anhu-. Kataku, ‘Wahai Abul Walid (sapaan ‘Ubadah), maukah aku ceritakan padanmu tentang apa yang telah diceritakan Mu’adz bin Jabal –radhiyallahu ‘anhu– terkait orang-orang yang saling mencintai?’
Jawabnya, ‘Aku akan menceritakan padamu dari Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– yang diriwayatkannya dari Rabb Ta’ala’. Dia berfirman,
حقت محبتي للمتحابين في ، و حقت محبتي للمتباذين في ، و حقت محبتي للمتواصلين في
Orang yang saling mencintai karena diri-Kuberhak memperoleh cinta-Ku, orang yang saling memberi bantuan berhak mendapatkan cinta-Ku, dan orang-orang yang saling menyambung (kekerabatan) berhak Kucintai” (HR At-Tirmidzi).
Sekarang timbul pertanyaan, bolehkan menyampaikan ungkapan semacam ini pada wanita bukan mahram?
Al-‘Allamah ‘Abdurrauf Al-Munawi dalam Faidh Al-Qadir syarh Al-Jami’ Ash-Shaghir (I/247) ketika menjelaskan hadits:
إذا أحب أحدكم عبدا قليخبره فإنه يجد مثل الذي يجد له
Apabila salah seorang kalian mencintai seseorang, hendaklah ia memberinya tahu. Sebab, sesungguhnya ia merasa seperti apa yang dirasakannya”.
Katanya, “Maksudnya ialah seseorang dari kalangan orang-orang muslim, kerabat maupun lainnya, laki-laki maupun perempuan. Akan tetapi ini ditaqyidkan dalam pada itu jika wanita tersebut ialah isteri atau mahramnya”.
Dalam As-Siraj Al-Munir (I/79), ‘Ali bin Ahmad Al-‘Azizi menulis, “Yang dimaksud dengan saudara di sini ialah seseorang, laki maupun perempuan. Penempatannya, jika laki-laki mengucapkan pada laki-laki, dan apabila perempuan mengucapkan pada perempuan. Atau laki-laki mengucapkan pada wanita mahramnya atau isterinya jika itu wanita bukan mahram”.
Adapun hikmah dibalik larangan mengungkapkan rasa cinta pada wanita yang bukan mahram ialah agar tidak terbelenggu dalam fitnah. Apalagi jika yang mengucapkan adalah pria muda kepada wanita remaja. Karena pada prinsipnya, cinta pada wanita itu hanya terjadi pada isteri dan mahram. Sementara kepada wanita asing yang bukan mahram, pintu komunikasi harus benar-benar ditutup, tidak boleh dibiarkan terbuka menganga.
***
Penulis: Firman Hidayat bin Marwadi
Artikel Muslim.or.id

Friday, 22 January 2016

Setelah 28 Tahun Mengkaji Semua Agama, Petinggi Budha Ini Akhirnya Bersyahadat

budha – Allahu Akbar! Setelah 28 tahun mengkaji semua agama di dunia ini dengan mantap hati dan tanpa paksaan telah mengambil keputusan memeluk Islam.
Seorang sami (petinggi Budha dari Taiwan) berusia 66 tahun bersama Tan Sri Abdul Rahim Tamby. Hadir juga sebagai saksi Presiden Persatuan Cina Islam Malaysia Cawangan Melaka (Macma), Lim Jooi Soon ,Timbalan Pengerusi Majlis Agama Islam Melaka (Maim), Datuk Yaakub Md Amin dan Mufti negeri, Datuk Dr Mohadis Yasin serta jamaah Masjid Cina Krubong Malaka.
Beliau menerangkan dengan menggabungkan bagaimana logik, sains dan hujah dapat dikaitkan dengan pencipta alam ini menyebabkan dia memutuskan untuk memeluk Islam.
Kita doakan beliau di mudahkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam sisa hidupnya. Aamin!
المر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ ۗ وَالَّذِي أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ الْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya). (QS. Ar Ra’d: 1)
الر ۚ كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS Ibrahim: 1)
Mari mempelajari Islam dengan tulus, jujur dan benar, hubungi: www.mualaf.com/pembinamualaf
*dari fb Hanny Kristianto (8/4/2015)
http://www.eramuslim.com/dakwah-mancanegara/setelah-28-tahun-mengkaji-semua-agama-petinggi-budha-ini-akhirnya-bersyahadat.htm

Sunday, 29 September 2013

Ditumbangkan Maroko, Timnas U-23 Gagal Juara

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Timnas Indonesia U-23 akhirnya gagal merebut medali emas cabang sepak bola Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 setelah ditumbangkan Timnas Maroko U-20 dengan skor 1-2 di Stadion Jakabaring Palembang, Ahad (29/9) malam.
Indonesia sempat memimpin 1-0 di babak pertama. Gol dicetak bek kanan Alfin Tuasalamony lewat titik putih di menit ke-10.
Penalti bermula dari kesalahan penjaga gawang Maroko yang melanggar penyerang Indonesia Bayu Gatra di kotak penalti. Tanpa ampun, wasit langsung menunjuk titik putih setelah pelanggaran tersebut.
Maroko berhasil membalikan keadaan pada babak kedua. Gol dicetak lewat El Hassouni Aymane di menit ke-70 dan El Karti Walid di menit ke-82.
Gol Aymane tercipta setelah terjadi kemelut di mulut gawang Indonesia. Berawal dari tendangan sudut, bola gagal disapu keluar para pemain Indonesia dan jatuh di kaki Aymane yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga.
Selang 10 menit, Maroko kembali memimpin kali ini lewat Walid yang lolos dari pengawalan bek-bek Indonesia yang mulai terlihat kelelahan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan itu membuat medali emas cabang sepak bola ISG diraih Maroko. Sedangkan Indonesia harus puas dengan medali perak. Adapun medali perunggu diraih Turki yang pada laga sebelumnya pada perebutan tempat ketiga mengalahkan Arab Saudi.

Basarnas Indonesia Diduga Terima Uang Haram Australia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menduga Badan SAR Nasional (Basarnas) Indonesia menerima uang tidak halal dari Pemerintah Australia terkait penanganan para pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah. "Patut diduga Basarnas menerima uang-uang tidak halal dari pemerintah Australia dan bekerja untuk kepentingan Australia sehingga mereka bersedia menerima pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah untuk dibawa ke daratan Indonesia," katanya di Jakarta, Ahad (29/9).

Sebelumnya, sebanyak 21 imigran gelap asal Yordania, Irak, Lebanon dan Afrika tewas setelah kapal yang ditumpanginya menuju Australia mengalami kecelakaan laut di Pantai Cikole, Kampung Genggong, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Cianjur pada Jumat (27/9). Sedangkan 24 imigran gelap yang selamat ditampung sementara di Hotel Sarah di Jalan Selabintana, Kabupaten Sukabumi.

Hikmahanto menambahkan Basarnas sebagai institusi pemerintah ternyata telah menjadi 'tentara bayaran' bagi permasalahan Australia, bahkan mereka bekerja bukan untuk kepentingan Indonesia melainkan untuk kepentingan Australia. "Praktik seperti ini harus dihentikan agar tidak ada kesan Indonesia telah 'dijual'," katanya.

Ia mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan untuk mendapatkan klarifikasi dari Kepala Basarnas dan DPR-RI wajib memanggil Kepala Basarnas untuk mendalami permasalahan. "Bila perlu KPK turun untuk menyelidiki kemungkinan adanya uang ilegal yang diterima Basarnas dari pemerintah Australia," katanya.

Ia mengatakan terdapat sejumlah kejanggalan dari kejadian tersebut hingga diserahkannya para pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah dari Angkatan Laut Australia ke Basarnas. "Alangkah bodohnya Basarnas bersedia menerima para pencari suaka dan pengungsi ini dari AL Australia dengan alasan dari pihak Australia mereka berada di wilayah Indonesia. Ini merupakan bentuk kebodohan, bukan keramahan," paparnya.

Bila para pencari suaka dan pengungsi adalah WNI, kata dia, maka bisa dipahami dan secara hukum internasional ada kewajiban Indonesia menerima kembali warganya.

Kompolnas: Minimal Sutarman Tahu Penahanan Novel Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Kabareskrim Komjen Sutarman yang menjadi calon tunggal untuk menjadi kapolri ternyata terlibat dalam pencokokan Novel Baswedang terkait kasus Suap Simulator SIM.
Ini diakui oleh Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan kepada Republika. Edi menjelaskan, Sutarman memang terlibat karena posisinya sebagai Kabareskrim waktu itu.
Apalagi sistem dalam kepolisian bersifat sentralistik. "Paling sedikit ia tahu tentang penangkapan tersebut," kata dia, Sabtu (28/9).
Edi melanjutkan, keterlibatan Sutarman paling tidak karena adanya perintah dari atasannya, bukan inisiatif sendiri. Kompolnas juga dikatakan sudah memberikan teguran kepada Polri dan memberi masukan agar penenagkapan Novel di Bengkulu di hentikan. "Ini kita lakukan karena itu salah prosedur," kata dia.
Yang harus diperhatikan, katanya, siapakah orang tersebut yang menyuruh Sutarman? Ini yang patut diungkap karena jabatannya dipastikan lebih tinggi dari Sutarman.
"Sekalipun banyak orang menilai ini catatan hitam Sutarman, tapi itu perlu didiskusikan," kata dia.

Ruhut Dinilai Sebagai Anggota Dewan Paling Ngotot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institut Riset Indonesia (Insis) Mochtar W Oetomo mengatakan,  berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya Ruhut Sitompul dinilai sebagai anggota dewan yang paling ngotot dalam menyampaikan pendapat dengan presentase 8,22 persen, diikuti Bambang Soesatyo 3,27 persen, Eva Kusuma Sundari 12,52 persen, Fahri Hamzah 12,52 persen, Sutan Bhatoegana 12,42, Nurul Arifin 12,14 persen, Martin Hutabarat 11,86 persen, Ahmad Yani 1,77 persen, Syarifuddin Suding 1,49 persen.

Menurut Mochtar, kengototan anggota DPR ini cenderung dilihat sebagai hal yang negatif. Sebab karakter masyarakat Indonesia kurang suka dengan orang yang menyampaikan pendapat secara ngotot

"Responden menilai mereka ngotot bukan untuk rakyat. Namun ngotot, keras, apakah dalam  konteks negatif atau positif seperti memperjuangkan keinginan rakyat, tetap saja dinilai pada konotasi negatif," kata Mochtar di Jakarta, Ahad, (29/9).

Eva Kusuma maupun Amien Rais kebanyakan memperjuangkan gagasan positif. "Namun masyarakat tetap tidak suka dengan cara penyampain gagasan yang ngotot," ujar Mochtar.

Gaya komunikasi Priyo Budi Santoso dan  Jokowi, terang Mochtar,  malah lebih disukai oleh masyarakat. Mereka tidak suka ngotot dan lebih sesuai dengan  karakter masyakat Indonesia yang lebih paguyuban.

Priyo, ujar Mochtar, dalam berkomunikasi dinilai santun dan tidak berapi-api. Ini gaya bicara yang disukai masyarakat.

Priyo, Anggota Dewan Paling Aspiratif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institut Riset Indonesia (Insis) Mochtar W Oetomo mengatakan,  berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dinilai sebagai anggota dewan yang paling aspiratif.
Ia dinilai sering mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat. Berdasarkan survei, terang Mochtar, anggota dewan paling aspiratif diduduki Priyo Budi Santoso pada peringkat pertama dengan presentase 6,91 persen, disusul Rieke Dyah Pitaloka 6,16 persen, Ganjar Pranowo 5,6 persen, Taufik Kurniawan 4,67 persen, Budiman Sudjatmiko 3,92 persen, Mahfudz Siddiq 3,45 persen, Ahmad Muqowam 2,89 persen, Ahmad Muzani 2,52 persen, dan Eko Hendro Purnomo 2,14 persen.

Kategori aspiratif, ujar Mochtar, diukur dari bagaimana publik mengetahui sikap aspiratif anggota dewan tersebut dari berbagai sumber informasi. Sumber informasi itu baik dari TV, surat kabar, atau interaksi antara responden dengan anggota dewan saat turun menyapa konstituennya di dapil-dapil.

Sebenarnya, kata Mochtar, penentu utama penilaian aspiratif atau tidaknya seorang anggota dewan adalah faktor rajin atau tidaknya mereka turun ke  dapil. "Faktor media atau pemberitaan bukan faktor utama," katanya.

Hasil olah survei, Mochtar menerangkan, diketahui nama anggota dewan yang  sering turun ke masyarakat, bukan hanya mengandalkan pencitraan baik di televisi. Walaupun banyak anggota dewan yang sering menggunakan televisi untuk alat pencitraan.

Ruhut Sitompul, kata Mochtar, setiap hari muncul dan menyampaikan pendapat di televisi. Namun ia tidak masuk sebagai anggota dewan aspiratif.

Priyo sendiri, saat terjadi penolakan anggota komisi III terhadap Ruhut untuk memimpin komisi III, bersikap
demokratis dan aspiratif. Ia berani mengambil sikap dengan menampung aspirasi berbagai anggota komisi III dari Fraksi PPP, Hanura, PKS, Golkar yang menolak Ruhut menjadi ketua komisi III.

Anies Baswedan: Guru Indonesia perlu Diberdayakan

 

Hidayatullah.com--Manusia Indonesia ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk merubah wajah Indonesia. Ke depan, diyakini peran para pendidik atau guru akan semakin sentral untuk pendidikan Indonesia.
Demikian disampaikan Dr Anies Baswedan dalam acara IDEAFEST2013 di JCC, bertema dalam acara "A State of Indonesian Creative Conference” hari Sabtu, 28 September 2013, di Jakarta Convention Centre, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta,  di mana Anies Baswedan menjadi salah satu pembicaranya.
"Saya melihat makin hari peran guru sangat sentral. Kami mempercayai betul kekuatan guru sebagai pengubah anak-anak didiknya," ujar Anis Sabtu (28/9/2013) kemarin.
"Kalau kita boleh katakan, pada gurulah kita titipkan persiapan masa depan republik ini. Betul-betul pada guru dan di sekolah-sekolah itu wajah masa depan kita,"tambahnya.
 Dengan kualitas guru yang seperti ini saja, hasilnya kita semua di sini. Please respect our teacher karena dengan guru ini saja sudah terjadi perubahan Indonesia seperti sekarang,"terangnya.
Meski demikian, Anies melihat ada masalah terhadap peran guru di Indonesia. Masalahnya terutama seputar kualitas guru dan distribusi guru untuk daerah-daerah di Indonesia.
Untuk itu, Anies menginginkan perlunya meningkatkan peran guru untuk ke depannya.
"Ke depan peran guru akan bergeser. Di banyak tempat kita mulai menyaksikan proses belajar tidak lagi mengandalkan guru sebagai sumber pengetahuan tapi guru sebagai fasilitator, guru sebagai teman, guru sebagai salah satu sumber yang merangsang munculnya motivasi untuk belajar. Jadi peran guru mengalami pergeseran,"harapnya.
Selain itu, Anies menekankan perlunya empowerment (pemberdayaan) bagi para guru. Yang tidak kalah penting, kata dia adalah menyambungkan tiap institusi pendidikan dengan sumber-sumber pengetahuan.
"Hari ini di Jakarta konektivitas sudah baik, tapi di luar itu, di luar kota besar apalagi di daerah-daerah relatif yang jauh dari pusat-pusat kemajuan, konektivitas adalah masalah besar. Ini tantangan kedua yang harus kita segera bereskan. Dimana kita bisa memainkan peran,"pungkasnya.*/kiriman Runni (Jakarta)
sumber: www.hidayatullah.com

Sunday, 8 August 2010

MOHON BANTUAN DARI PARA BLOGGER

Telah Pergi meninggalkan Rumah anak kami yang bernama:

WAFIQA SEPTI WIDYA NINGRUM pada tanggal 24 Juni 2010 sepulang dari Sekolah dengan ciri-ciri Memakai Jilbab, Pakaian Seragam Sekolah Putih Abu abu, Tinggi Badan kira-2 : 167 Cm, Berat Badan : 50 kg Rambut Ikal /berjilbab, Umur : 17 Th. Muka Bulat, Apabila BPK / Ibu,Sdr / I mengenalinya /mengetahuinya dan atau ketempatan bisa Menghubungi Bpk. MUNAJAM Alamat Cipinang Melayu Rt.010/002 No.17 Kec. Makasar Jakarta Timur Tlp. 021-85906871 Hp. 081398217832, 085691239911, 085888456355 Atau POLSEK setempat.

image image

Untuk keterangan lebih jelas beserta fotonya silahkan download disini

Untuk teman-teman yang bersedia membantu, mohon mengcopy berita diatas dan meletakannya pada blog teman-teman. Atas kesediaannya membantu, saya pribadi atas nama orang tua anak diatas mengucapkan banyak terima kasih dan semoga Tuhan membalas budi baik teman-teman semua.

info dari

http://b1sn1sku.blogspot.com/2010/07/mohon-bantuan-dari-para-blogger.html?

Thursday, 22 July 2010

Menteri Lingkungan Hidup Inggris: Cadar adalah Kemuliaan Kaum Perempuan

Menteri Lingkungan Hidup Inggris, Caroline Spelman menambah jajaran pejabat pemerintah Inggris yang tidak setuju dengan larangan mengenakan cadar bagi kaum perempuan, khususnya para muslimah.

Sebelumnya, Menteri Imigrasi Inggris Damian Green berkomentar bahwa larangan mengenakan cadar tidak selaras dengan karakter negara Inggris yang menjunjung sikap toleransi dan saling menghormati di kalangan masyarakatnya. Ia juga yakin dan tidak mengharapkan parlemen Inggris akan memberlakukan larangan mengenakan cadar seperti yang diberlakukan negara Perancis.

Sejalan dengan pernyataan Green, Menteri Lingkungan Hidup Inggris mengatakan bahwa perempuan yang mengenakan cadar adalah perempuan yang berdaya dan bermartabat. "Mengenakan cadar merupakan pilihan hidup mereka sendiri," kata Caroline di tengah pro kontra larangan cadar yang mulai mencuat di Inggris.


Dalam acara "Sunday Live" di stasiun televisi Sky News, Spelman mengatakan bahwa kaum perempuan berhak memutuskan apa yang ingin dikenakannya dan larangan mengenakan cadar "bukanlah ciri dari negeri ini." Ia juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Afghanistan, yang membuatnya memahami bahwa mengenakan cadar merupakan kemuliaan bagi kaum perempuan.

"Buat mereka, mengenakan cadar memberikan mereka kemuliaan. Itu pilihan mereka sendiri, memilih untuk keluar rumah dengan mengenakan burka (busana muslimah longgar yang menutupi seluruh tubuh dan dilengkapi dengan cadar). Saya memahami ada perbedaan dengan budaya di negara saya, tapi faktanya di Afghanistan kaum perempuan bebas untuk memilih ... apakah akan mengenakan burka atau tidak," tutur Spelman, salah satu menteri senior di kabinet pemerintah Inggris.
"Saya tidak mau, sebagai perempuan tinggal di negeri yang mengatur busana apa yang boleh dan tidak boleh saya kenakan. Salah satu hal yang kita banggakan di negeri ini, adalah kebebasan, diantaranya kebebasan untuk memiih apa yang akan Anda kenakan," tandas Spelman seperti dikutipDaily Telegraph.

"Jadi, melarang cadar sangat bertolak belakang dengan apa yang berlaku di negara ini," sambungnya.

Adalah Philip Hollobone, anggota parlemen Inggris dari kelompok Konservatif yang mengajukan draft undang-undang untuk membatasi setiap orang yang mengenakan penutup wajah di tempat-tempat umum.

Hollobone mengatakan, ia akan menolak bertemu dengan muslimah yang mengenakan cadar, kecuali muslimah itu membuka cadarnya. (ln/wb/eramuslim)

Menteri Imigrasi: Larangan Cadar Bertentangan dengan Karakter Negara Inggris

Setelah larangan jilbab, larangan mengenakan cadar kini sedang menjadi isu Islam yang melanda benua Eropa. Perancis sudah menyatakan larangan mengenakan cadar, setelah sebelumnya memberlakukan larangan berjilbab bagi para muslimah di tempat-tempat umum dan institusi pendidikan.

Di negara tetangga Perancis, Inggris, boleh tidaknya mengenakan cadar masih menjadi kontroversi bahkan di kalangan pejabat pemerintahan negeri itu. Menteri Imigrasi Inggris, Damian Green, termasuk pejabat Inggris yang tidak setuju jika Inggris juga memberlakukan larangan perempuan, khususnya para muslimah, mengenakan cadar. Ia menyatakan, larangan semacam itu sama sekali tidak mencerminkan karakter negara Inggris yang menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

"Mengatur orang soal apa yang boleh dan tidak boleh mereka kenakan saat mereka berjalan-jalan di luar rumah, adalah tindakan yang tidak sesuai karakter negara Inggris," kata Green pada Sunday Telegraph. "Kita sangat tidak menginginkan parlemen Inggris membuat aturan hukum yang mendikte apa yang harus dikenakan seseorang. Berbeda dengan Perancis, dimana cadar dinyatakan terlarang dikenakan di tempat-tempat umum, Inggris bukan negara sekuler yang agresif," tandas Green. Ia menambahkan, ada situasi-situasi khusus dimana seseorang yang mengenakan cadar boleh diminta untuk melepas cadarnya.

Di Inggris, wacana agar pemerintah Inggris juga mengeluarkan undang-undang yang melarang seseorang mengenakan cadar di tempat-tempat publik, digulirkan oleh anggota parlemen Philip Hollobone. Sebuah survei yang dilakukan di Inggris baru-baru ini menunjukkan dukungan yang luas dari respondennya atas usulan pelarangan cadar. Tapi Green menegaskan, kecil kemungkinan pemerintah Inggris akan menyetujui larangan cadar seperti yang diberlakukan negara Perancis. (ln/Indp/eramuslim)


sumber artikel: wahdah islamiyah
DOWNLOAD MATERI SARASEHAN DAN DIALOG PENEGUHAN AMAL DENGAN ILMU SEPUTAR 'IDUL ADHA DI SINI .BAGI ANDA YANG INGIN MENGETAHUI KRETERIA HEWAN/DAGING YANG SEHAT DAN SAKIT SERTA MANFA'AT DAN MADLOROTNYA ANDA BISA MEN DOWNLOAD NYA DI SINI