Showing posts with label info. Show all posts
Showing posts with label info. Show all posts

Monday, 25 January 2016

Mengembangkan Otoritas Profesional Guru


SEORANG teman dari Kemendikbud dua minggu lalu menelepon saya. Ia mengatakan bahwa ia bingung dengan rencana Mendikbud Anies Baswedan yang hendak melaksanakan lagi uji kompetensi guru (UKG) terhadap semua guru di Indonesia. Pasalnya, bukan hanya terletak pada substansi yang hendak diujikan, melainkan juga menyangkut biaya yang tidak sedikit. Padahal, data UKG tahun-tahun sebelumnya masih ada dan mangkrak hanya sebagai data tanpa ada intervensi kebijakan yang serius terhadap guru dalam 2 tahun terakhir. Data UKG sejak 2012 hingga 2014 relatif sama. Itu menandakan Kemendikbud belum melakukan banyak perubahan berarti untuk meningkatkan kapasitas guru.
Muncul dua pertanyaan dari saya, yaitu apakah Menteri Anies Baswedan tidak percaya dengan hasil UKG yang sudah ada? atau jangan-jangan Pak Menteri hanya menjalankan program yang sudah direncanakan sebelumnya dalam rangka evaluasi kinerja kementerian yang daya serap anggarannya masih rendah? Agar tak banyak spekulasi yang muncul, saya menebak Menteri Anies ingin pelaksanaan UKG tahun ini lebih baik dari segi substansi dan teknis pelaksanaannya.
Namun, itu tetap saja tak masuk di akal saya karena kebijakan melakukan UKG setiap tahun tetap merupakan pemborosan karena pemerintah belum maksimal melakukan intervensi terhadap data yang ada.
Otoritas profesional dan pedagogis
Menyangkut profesionalitas guru, saya ingin bertanya apakah aspek pedagogis guru bisa dites melalui serangkaian soal di komputer seperti yang diujikan dalam UKG? Menurut saya, itu sangat absurd karena aspek pedagogis akan lebih baik diujikan melalui serangkaian observasi yang terukur dan sistemik di dalam sebuah sekolah. Karena itu, penting bagi seluruh stakeholders pendidikan di Indonesia untuk memahami esensi profesionalitas guru berdasarkan kemampuan manajerial sekolah di tiap-tiap wilayah. Mengapa?
Otoritas profesional berasumsi bahwa proses pembelajaran merupakan suatu disiplin intelektual yang memerlukan pengembangan dalam suatu wadah yang baik. Dengan kata lain, jika guru punya otoritas, ia akan mudah dikenali secara cepat dan mudah, baik oleh anak didiknya maupun praktisi pendidikan lainnya. Di samping itu, otoritas profesional dapat menunjukkan jati diri guru, yaitu selain sebagai pembaca buku, juga sekaligus pembelajar bagi anak didiknya. Ketiadaan otoritas bagi seorang guru dapat diibaratkan seperti seorang dokter yang melakukan diagnosis tanpa pengetahuan teori dan cara mendiagnosis pasien.
Salah satu syarat yang dibutuhkan untuk menumbuhkan otoritas profesional guru ialah memahami dan kemudian meninggalkan paradigma lama dalam melakukan pola pembelajaran. Lebih dari 15 tahun para guru di seluruh dunia terbuai dengan teori behaviorisme yang selalu berusaha mencoba mengubah tingkah laku. Secara interinsik, proses belajar mengajar dalam behaviorisme terlalu terpaku pada masalah-masalah yang kompleks dan tak terpecahkan, yaitu asumsi stimulus respons terlalu menyederhanakan masalah pembelajaran yang semakin spesifik. Pendekatan behavioristik juga sangat kurang menghargai kreativitas siswa karena model menghapal dan meng-copymasalah menjadi ciri lain dari model ini. Dalam dunia pendidikan yang sudah berkembang sedemikian pesat sekarang ini, otoritas guru yang didasarkan pada teori behaviorisme harus segera diubah ke pendekatan functional-learning, sebuah pendekatan yang lebih menghargai kapasitas akademis guru dan siswa secara bersamaan.
Teori fungsional (functioning theory) berkembang dalam 20 tahun terakhir. Model ini mensyaratkan otoritas guru tergantung dari siapa yang mengajar. Dalam bahasa Jerome Bruner, model teori itu seperti fungsi seorang ibu yang berinteraksi dengan anaknya melalui akuisisi bahasa (Bruner, Learning the Mother Tongue, Human Nature, September 1978). Artinya, teori ini melihat bahasa sebagai hasil interaksi seorang ibu atau guru ketika menggunakan bahasa sesuai dengan rasa bahasa yang berkembang dalam diri seorang anak. Di dalam kelas, guru harus melihat penugasan dalam penulisan bukan sebagai tiruan tegas, melainkan sebagai situasi penulisan yang mempunyai satu peran fungsional terhadap daya nalar dan daya tangkap seorang anak.
Karena itu, diperlukan cara untuk menguji kompetensi profesional dan pedagogis guru dari jarak yang paling dekat dengan siswa dan lingkungan sekolah. Ambil contoh bagaimana SSB melakukan monitoring dan evaluasi terhadap guru dan siswa. Bagi manajemen SSB, monitoring yang paling utama justru harus dilakukan terhadap guru terlebih dahulu sebelum mereka menguji dan mengevaluasi para siswa. Karena itu, kami beruntung memiliki tools seperti sistem informasi sekolah terpadu online (sisto), yang digunakan tidak hanya mela cak kemampuan siswa dalam belajar, tetapi juga mendeteksi kemampuan mengajar para guru dari waktu ke waktu. Model monitoring dan evaluasi guru jenis ini diyakini mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru pada empat hal yang menjadi isu utama undang-undang guru, yaitu kompetensi profesional, pedagogis, sosial, dan kepribadian (sikap).
Untuk mengukur kompetensi profesional seorang guru, sisto yang kami buat cukup mendata seberapa banyak buku, artikel, jurnal, dan tulisan yang digunakan dan dibaca para guru ketika mereka meng ajarkan materi tertentu. Guru tak hanya dibekali buku teks mata ajar tertentu yang menjadi spesialisasinya, tetapi juga wajib membaca bahan-bahan lain dalam rangka mendukung proses belajar mengajar yang lebih kreatif dan menyenangkan. Setiap minggu guru SSB diwajibkan mengisi modul profesional guru yang ada dalam sisto secara rutin untuk melihat berapa banyak bahan yang dibaca guru tersebut selain buku teks.
Kompetensi pedagogis juga diukur dan dievaluasi secara terencana dan berjenjang melalui modul supervisi dan observasi kelas yang secara terus-menerus dilaku kan direktur sekolah, kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Melalui instrumen supervisi dan observasi kelas, direktur sekolah dan kepala sekolah bertugas dan bertanggung jawab untuk mengevaluasi apakah kemampuan implementatif guru pada aspek metodologis dan strategi pembelajaran berkembang atau tidak. Lagi-lagi, modul kompetensi pedagogis yang terintegrasi ke dalam sisto ini juga terbuka untuk stakeholders lain yang ingin melihat peta perkembangan pedagogis guru secara periodik.
Lant Pritchett dalam The Rebirth of Education: Schooling Ain’t Learning (2013) menengarai sistem persekolahan di banyak negara telah gagal dalam upaya mencerdaskan masyarakat karena pilihan soal desentralisasi tidak dianalisis berdasarkan struktur sosial budaya di tempat sekolah itu berada. Meskipun kita bisa melihat ada banyak hambatan yang akan terus muncul, menjadikan sekolah sebagai basis dan unit analisis sebuah kebijakan ialah imperatif. Saya menunggu kebijakan uji kompetensi guru (UKG) jenis lain, yaitu berbasis sekolah seperti yang dilakukan SSB, tidak masif seperti sekarang dan menelan biaya yang juga sangat besar.
Ahmad Baedowi ;  Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta
  MEDIA INDONESIA, 16 November 2015
http://widiyanto.com/mengembangkan-otoritas-profesional-guru/

Wednesday, 9 October 2013

Populasi Muslim Dunia



10 Negara dengan Jumlah Penduduk Muslim Terbesar di Dunia

Populasi umat Islam yang saat ini berjumlah lebih dari 1.6 miliar jiwa atau sekitar 23.4 persen dari total penduduk dunia menjadikan Islam sebagai agama dengan jumlah penganut terbesar di dunia. Pertumbuhan jumlah umat Islam ini akan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2030 jumlah Muslim dunia sekitar 2.2 miliar jiwa atau sekitar 35 persen pada tahun tersebut.
Berikut ini adalah sepuluh negara dengan umat Islam terbanyak menurut data dari The Pew Forum on Religion & Public Life pada tahun 2010:
1. Indonesia
Indonesia adalah negara yang terletak di benua Asia sebelah tenggara. Meskipun jauh dari negara asal agama Islam, namun penduduk yang menganut agama Islam di Indonesia sangatlah besar, yaitu sekitar 12,7 persen dari total Muslim dunia. Pada tahun 2010, penganut Islam di Indonesia sekitar 205 juta jiwa atau 88,1 persen dari jumlah penduduk.
2. Pakistan
Pakistan adalah negara yang terletak di Asia Selatan. Penduduk yang menganut Islam di negara ini adalah 11 persen dari jumlah Muslim dunia. Pada tahun 2010, penganut Islam di negara ini berjumlah sekitar 178 juta jiwa atau 96,4 persen dari jumlah penduduk.
3. India
India adalah negara yang terletak di Asia Selatan. Negara yang bertetangga dengan Pakistan ini merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 1 miliar jiwa. Penduduk yang menganut Islam sekitar 10.9 persen dari populasi Muslim dunia. Pada tahun 2010, 14.6 persen atau sekitar 177 juta jiwa penduduknya memeluk agama Islam.
4. Bangladesh
Bangladesh adalah negara yang terletak di Asia Selatan. Bangladesh setelah pisah dari India merupakan wilayah yang masuk Pakistan Timur yang terpisah dari Pakistan Barat. Penganut Islam di Bangladesh adalah 9,2 persen dari jumlah umat Muslim di dunia. Penduduk yang menganut Islam di Bangladesh adalah 90,4 persen dari jumlah penduduknya atau sekitar 149 juta jiwa.
5. Mesir
Mesir, sebuah negara di sebelah utara benua Afrika ini merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar kelima di dunia. Jumlah penduduk Muslim di negara ini adalah 80 juta jiwa atau 4,9 persen dari seluruh Muslim di dunia dan 94,7 persen dari penduduk negara ini.
6. Nigeria
Nigeria, negara yang terletak di benua Afrika sebelah barat ini memiliki jumlah umat Islam yang banyak walaupun hanya 47,9 persen penduduknya yang beragama Islam, namun jumlah penduduk yang banyak membuat Nigeria sebagai negara dengan jumlah Muslim terbanyak keenam di dunia, yaitu sekitar 4,7 persen dari jumlah Muslim dunia atau 76 juta jiwa.
7. Iran
Iran, negara yang terletak di benua Asia sebelah barat dan selatan merupakan negara dengan 99,6 persen penduduknya beragama Islam. Jumlah kaum Muslim di Iran sekitar 75 juta jiwa atau 4,6 dari total Muslim di dunia. Mayoritas Muslim di Iran adalah Syi’ah.
8. Turki
Turki, merupakan bekas kekaisaran Turki Utsmani (Daulah Utsmaniyah). Negara ini terletak di benua Asia sebelah barat dan sebagian benua Eropa. Sekitar 98,6 persen atau 75 juta jiwa penduduknya adalah Muslim. Jumlah merupakan 4,6 persen dari total Muslim dunia.
9. Aljazair
Aljazair terletak di barat-laut Afrika dengan pantai sepanjang Laut Tengah di sebelah utara. Muslim di Aljazair adalah sekitar 35 juta jiwa atau 98,2 persen dari penduduk. Jumlah ini adalah 2,1 persen dari total umat Islam di dunia.
10. Maroko
Maroko atau Maghrib adalah negara yang terletak di sebelah barat laut dari benua Afrika. Maroko terletak di sebelah barat negara Aljazair. Muslim di aljazair adalah sekitar 32 juta jiwa atau 99,9 persen dari penduduknya. Jumlah ini adalah 2 persen dari total umat Muslim dunia.




Sumber Gambar: Grafik (Pew Forum), Persentase Muslim Dunia (Wikipedia)

Tuesday, 8 October 2013

Ingin tahu lawan bicara anda berbohong

oleh: Alip Mulyono,S.Pd.
 
Beberapa orang memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dengan mudah. Namun, saat seseorang berbohong, biasanya bisa dilihat dari fisiknya. Salah satunya adalah dengan mengamati mata lawan bicara Anda. Mengapa demikian?
Ketika menjawab pertanyaan dan bola mata orang tersebut bergerak ke arah kiri kemungkinan jawabannya jujur. Sedangkan bila bergerak ke arah kanan kemungkinan orang itu sedang mengatakan sesuatu yang bohong atau berbohong. Hal ini karena bagian otak kiri berfungsi sebagai Auditory Memory, sedangkan otak kanan untuk kreatifitas. Maka bila bola mata ke kiri, berarti dia berusaha mengingat sedangkan sebaliknya jika bola mata ke arah kanan berarti dia sedang menyusun atau menggambarkan sesuatu sebagai jawaban yang lain. Hal ini karena bagian kreatifitasnya sedang bekerja untuk mengarang suatu cerita bohong.
Ciri fisik lainnya ketika seseorang sedang berbohong antara lain:
  • Badan berkeringat.
  • Napas mulai berat.
  • Nada suara berbeda seperti meninggi atau monoton.
  • Badan dan wajah terlihat kaku khususnya bagian dahi dan bibir.
  • Tangan banyak bergerak misalnya memegang sesuatu, saling menggosok-gosokkan tangan, menggosok hidung, atau menutup mulut.
  • Si pembohong tanpa disadari akan meletakkan benda-benda seperti cangkir, kertas, bolpen, atau benda lain sebagai pembatas.
  • Coba ubah topik pembicaraan, jika ekspresinya terlihat lega, berarti ia sedang berbohong. Namun jika ia mengembalikan ke topik semula, berarti ia sedang berkata jujur.
Disarikan dari kuliah psikologi kognitif, MSI,PPI,UMY

Monday, 7 October 2013

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN DAKWAH

PENEGUHAN KEMBALI MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN DAKWAH
DISAMPAIKAN OLEH Drs.H.ABDULGHOFAR,M.Si.

CIRI-CIRI PERJUANGAN MUHAMMDIYAH
1.Muhammadiyah adalah gerakan Islam
2.Muhammadiyah adalah gerakan dakwah  Islam amar ma’ruf nahi munkar
3. Muhammadiyah adalah gerakant ajdid

MUHAMMADIYAH SEBAGAI GERAKAN DA’WAH
Berdasarkan Surat Ali Imran, ayat : 104 inilah Muhammadiyah meletakkan khittah atau strategi dasar perjuangannya, yaitu dakwah (menyeru, mengajak) Islam, amar ma’ruf nahi munkar dengan masyarakat sebagai medan juangnya. Gerakan Muhammadiyah berkiprah di tengah-tengahmasyarakat bangsa Indonesia dengan membangun berbagai ragam amal usaha yang benar-benar dapat menyentuh hajat orang banyak seperti berbagai ragam lembaga pendidikan sejak taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, membangun sekian banyak rumah sakit, panti-panti asuhan dan sebagainya.

TujuandakwahIslamiyahsecaraproporsionalmeliputitigasasaran
1.Agar supaya umat manusia menyembah kepada Allah, tidak mempersyarikatkan-Nya dengan sesuatu, dan tidak menyembah Tuhan selain Allah semata-mata.
2.Agar supaya umat  manusia bersedia menerima islam sebagai agamanya, memurnikan keyakinan, hanya mengakui Allah sebagai Tuhannya, membersihkan jiwanya dari penyakit nifaq dan selalu menjaga amal perbuatannya agar tidak bertentangan dengan ajaran agama yang di anutnya.
3.Dakwah islamiyah ditujukan untuk mengubah system pemerintahan kedalam pemerintahan islam.

Dalam matan kepribadian Muhammadiyah dinyatakan bahwa “maksud” Gerakan Dakwah Islam Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang yaitu Perseorangan dan masyarakat.
1.      Perseorangan yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu :
  Orang yang sudahislam (UmatIjabah)
  Orang yang belumislam (UmatDakwah)
2.      Masyarakat
Pada kategori ini sifat dakwah yang digerak kan muhammadiyah berbeda-beda di sesuaikan dengan karakter, situasi dan kondisi masing-masing.
Dalam proses globalisasi paling tidakada lima ciri yang bersifatesensial, yakni :
1.      Terjadinya transfer nilai yang amat intensif dan ekstensif.
2.      Terjadinya transfer teknologi (terutama teknologi informasi dan komunikasi) secara massif dengan berbagai akibatnya.
3.      Terjadinya mobilitas dan kegiatan umat manusia yang tinggi dan padat, yang salah satunya mengubah persepsi dan konsep manusia tentang waktu dan tempat.
4.      Terjadinya pergeseran kesadaran dan prilaku sosial, yang berpengaruh pada kesadaran dan persepsi akan lingkungan dan kepentingan.

5.      Terjadinya kecenderungan budaya global kontemporer, yaitu kehidupan matrialistik, hedonistik, sekuralistik, konsumtif, permisif, pengingkaran terhadap nilai – nilai agama dan lain sebagainya. Namun disisi lain (sebagai reaksi terhadap globalisasi), timbul kecenderungan spiritualisme, nativisme dan reaksi lainnya yang sejenis.


Saturday, 5 October 2013

Keutamaan Tauhid


Saudaraku pembaca, sebagai seorang muslim, pasti tidak asing lagi mendengar kata Tauhid. Sebuah kata yang sangat penting dan urgen di dalam agama Islam. Tetapi, betapa banyak kaum muslimin yang meremehkan kata tersebut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika kita akan sedikit mengulang dan membahas tentang kedudukan dan keutaman tauhid dalam agama Islam, dengan harapan kita semakin cinta akan agama ini dan semakin bersemangat dalam memahami, mengamalkan, dan kemudian mendakwahkanya. Atau minimal dapat menyegarkan kembali ingatan kita akan pentingnya kalimat At-Tauhid dalam diri kita.


Tujuan Diciptakannya Jin dan Manusia Adalah untuk Menauhidkan Allah

Sesungguhnya, Allah menciptakan seluruh alam semesta termasuk di dalamnya jin dan manusia adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim, “Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia, melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku” (Adz-Dzariyat: 56). Inilah hakikat diciptakannya jin dan manusia, yaitu hanya untuk beribadah kepada Allah saja tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sebab, tauhid hanya kepada Allah saja, karena syarat diterimanya suatu ibadah/ amalan adalah ikhlas kepada Allah merupakan hak Allah yang harus ditunaikan oleh setiap manusia. Setiap manusia harus mengikhlaskan ibadahnya kepada Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah. Jika seseorang beribadah kepada selain Allah, maka ia telah berbuat syirik kepada Allah dan hal itu mengeluarkannya dari Dienul Islam. Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya menyembah tuhanku dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (Al-Jin: 20). Maka, perhatikanlah wahai kaum Muslimin!

Sunday, 29 September 2013

Ditumbangkan Maroko, Timnas U-23 Gagal Juara

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Timnas Indonesia U-23 akhirnya gagal merebut medali emas cabang sepak bola Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 setelah ditumbangkan Timnas Maroko U-20 dengan skor 1-2 di Stadion Jakabaring Palembang, Ahad (29/9) malam.
Indonesia sempat memimpin 1-0 di babak pertama. Gol dicetak bek kanan Alfin Tuasalamony lewat titik putih di menit ke-10.
Penalti bermula dari kesalahan penjaga gawang Maroko yang melanggar penyerang Indonesia Bayu Gatra di kotak penalti. Tanpa ampun, wasit langsung menunjuk titik putih setelah pelanggaran tersebut.
Maroko berhasil membalikan keadaan pada babak kedua. Gol dicetak lewat El Hassouni Aymane di menit ke-70 dan El Karti Walid di menit ke-82.
Gol Aymane tercipta setelah terjadi kemelut di mulut gawang Indonesia. Berawal dari tendangan sudut, bola gagal disapu keluar para pemain Indonesia dan jatuh di kaki Aymane yang dengan mudah menceploskan bola ke gawang Indonesia yang dikawal Kurnia Meiga.
Selang 10 menit, Maroko kembali memimpin kali ini lewat Walid yang lolos dari pengawalan bek-bek Indonesia yang mulai terlihat kelelahan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan itu membuat medali emas cabang sepak bola ISG diraih Maroko. Sedangkan Indonesia harus puas dengan medali perak. Adapun medali perunggu diraih Turki yang pada laga sebelumnya pada perebutan tempat ketiga mengalahkan Arab Saudi.

Basarnas Indonesia Diduga Terima Uang Haram Australia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menduga Badan SAR Nasional (Basarnas) Indonesia menerima uang tidak halal dari Pemerintah Australia terkait penanganan para pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah. "Patut diduga Basarnas menerima uang-uang tidak halal dari pemerintah Australia dan bekerja untuk kepentingan Australia sehingga mereka bersedia menerima pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah untuk dibawa ke daratan Indonesia," katanya di Jakarta, Ahad (29/9).

Sebelumnya, sebanyak 21 imigran gelap asal Yordania, Irak, Lebanon dan Afrika tewas setelah kapal yang ditumpanginya menuju Australia mengalami kecelakaan laut di Pantai Cikole, Kampung Genggong, Desa Sinarlaut, Kecamatan Agrabinta, Cianjur pada Jumat (27/9). Sedangkan 24 imigran gelap yang selamat ditampung sementara di Hotel Sarah di Jalan Selabintana, Kabupaten Sukabumi.

Hikmahanto menambahkan Basarnas sebagai institusi pemerintah ternyata telah menjadi 'tentara bayaran' bagi permasalahan Australia, bahkan mereka bekerja bukan untuk kepentingan Indonesia melainkan untuk kepentingan Australia. "Praktik seperti ini harus dihentikan agar tidak ada kesan Indonesia telah 'dijual'," katanya.

Ia mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan untuk mendapatkan klarifikasi dari Kepala Basarnas dan DPR-RI wajib memanggil Kepala Basarnas untuk mendalami permasalahan. "Bila perlu KPK turun untuk menyelidiki kemungkinan adanya uang ilegal yang diterima Basarnas dari pemerintah Australia," katanya.

Ia mengatakan terdapat sejumlah kejanggalan dari kejadian tersebut hingga diserahkannya para pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah dari Angkatan Laut Australia ke Basarnas. "Alangkah bodohnya Basarnas bersedia menerima para pencari suaka dan pengungsi ini dari AL Australia dengan alasan dari pihak Australia mereka berada di wilayah Indonesia. Ini merupakan bentuk kebodohan, bukan keramahan," paparnya.

Bila para pencari suaka dan pengungsi adalah WNI, kata dia, maka bisa dipahami dan secara hukum internasional ada kewajiban Indonesia menerima kembali warganya.

Bekuk Central Coast, Arema Juara Piala Menpora

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Arema Indonesia sukses meraih trofi juara Menpora Cup 2013. Menghadapi Central Coast Mariners, Ahad(29/9), Greg Nwokolo dan kawan-kawan mengemas kemenangan tipis 2-1.

Memulai laga yang dihelat di Stadion Kanjuruhan ini, Arema -yang kembali ke permainan cepat dan agresif mereka- berusaha mengambil inisiatif permainan. Dikomando Greg Nwokolo, Arema berusaha menggempur pertahanan Mariners.

Upaya para penggawa Arema membuahkan peluang emas ketika laga belum genap berjalan semenit. Sepakan Cristian Gonzales, memanfaatkan umpan Greg Nwokolo, mengarah tepat ke gawang klub asal Australia ini. Namun, bola masih bisa ditepis Justin Pasfield dan hanya menghasilkan tendangan sudut.

Mariners sendiri berupaya melakukan balasan. Ketika pertandingan menginjak menit kelima, Marcos Flores sukses mengecoh lini belakang Arema. Sayang sodorannya masih gagal dieksekusi dengan sempurna oleh Nick Fitzgerald.

Dua puluh menit laga berjalan, Arema kembali memiliki peluang emas. Sayang, Gonzales -yang sudah berdiri di mulut gawang Mariners- gagal mengeksekusi dengan baik umpan Keith Kayamba Gumbs. Alhasil, bola justru bisa dibuang penggawa belakang Mariners menjauh dari daerah berbahaya mereka.

Greg Nwokolo sempat membuat puluhan ribu Aremania menahan nafas pada menit 27. Aksi individunya dari sayap kanan pertahanan Mariners sukses memperdaya lini belakang jawara Liga Australia ini. Sayang, eksekusi Greg masih melambung jauh dari gawang Pasfield.

Menit 36, giliran Mariners memiliki peluang. Namun, aksi Fitzgerald masih bisa dipatahkan Ahmad Kurniawan.

Empat menit kemudian, Greg Nwokolo dilanggar pemain Mariners, Nick Montgomery, di kotak penalti. Tak ayal, wasit Oki Dwi Putra menunjuk titik putih dan mengganjar Montgomery dengan kartu kuning.

Peluang tersebut tak disia-siakan Keith Kayamba Gumbs. Sepakan kerasnya tak bisa dibendung Pasfield dan mengubah kedudukan sementara 1-0 bagi keunggulan Arema.

Tertinggal, Mariners coba mengejar. Mereka tampil kian agresif. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil di penghujung babak pertama. Sepakan terarah Marcos Flores tak bisa diantisipasi AK, julukan Ahmad Kurniawan, dan mengubah kedudukan 1-1.

Di babak kedua, Arema kembali coba mengambil inisiatif serangan. Upaya ini sempat berbuah peluang pada menit 50. Tusukan Nwokolo dari sisi kiri gagal dibendung Storm Roux. Sayang, umpannya gagal dimanfaatkan Beto Goncalves.

Dua menit kemudian, Arema mendapat peluang melalui tendangan penalti, menyusul handsball yang dilakukan salah seorang pemain bertahan Mariners. Keith Kayamba Gumbs -yang dipercaya menjadi eksekutor- kembali membawa Arema unggul. Tendangan pelannya mampu memperdaya Justin Pasfield.

Tertinggal, Mariners berusaha kembali mengejar. Sayang, akibat tingginya tensi pertandingan, emosi pemain kedua tim justru kerap terpancing.

Tak ingin keunggulan mereka hilang sia-sia, Joko Susilo menginstruksikan anak asuhnya bermain sabar. Berulang kali arsitek Arema ini berteriak menyuruh anak asuhnya menurunkan tempo dan tak meladeni permainan terbuka Mariners.

Menit 67, pertandingan sempat terhenti. Red flare yang dinyalakan Aremania di tribun selatan membuat stadion penuh asap. Mengantisipasi hal ini, panitia mengirimkan satu unit pemadam kebakaran untuk memadamkan red flare tersebut.

Akhirnya, lima menit kemudian, setelah asap mulai menghilang, laga dilanjutkan lagi.

Menit 76, Arema sempat memiliki peluang emas. Menerima sodoran Gatthuesi, Beto melepas sepakan terarah ke gawang Mariners. Namun, bola masih bisa diantisipasi Pasfield.

Sepuluh menit jelang laga berakhir, tempo permainan mulai menurun. Bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah. Alhasil, sampai wasit meniup peluit panjang, tanda laga usai, kedudukan tak berubah bagi kemenangan Arema.

Kompolnas: Minimal Sutarman Tahu Penahanan Novel Baswedan

REPUBLIKA.CO.ID, SEMANGGI -- Kabareskrim Komjen Sutarman yang menjadi calon tunggal untuk menjadi kapolri ternyata terlibat dalam pencokokan Novel Baswedang terkait kasus Suap Simulator SIM.
Ini diakui oleh Komisioner Kompolnas Edi Saputra Hasibuan kepada Republika. Edi menjelaskan, Sutarman memang terlibat karena posisinya sebagai Kabareskrim waktu itu.
Apalagi sistem dalam kepolisian bersifat sentralistik. "Paling sedikit ia tahu tentang penangkapan tersebut," kata dia, Sabtu (28/9).
Edi melanjutkan, keterlibatan Sutarman paling tidak karena adanya perintah dari atasannya, bukan inisiatif sendiri. Kompolnas juga dikatakan sudah memberikan teguran kepada Polri dan memberi masukan agar penenagkapan Novel di Bengkulu di hentikan. "Ini kita lakukan karena itu salah prosedur," kata dia.
Yang harus diperhatikan, katanya, siapakah orang tersebut yang menyuruh Sutarman? Ini yang patut diungkap karena jabatannya dipastikan lebih tinggi dari Sutarman.
"Sekalipun banyak orang menilai ini catatan hitam Sutarman, tapi itu perlu didiskusikan," kata dia.

Ruhut Dinilai Sebagai Anggota Dewan Paling Ngotot

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institut Riset Indonesia (Insis) Mochtar W Oetomo mengatakan,  berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya Ruhut Sitompul dinilai sebagai anggota dewan yang paling ngotot dalam menyampaikan pendapat dengan presentase 8,22 persen, diikuti Bambang Soesatyo 3,27 persen, Eva Kusuma Sundari 12,52 persen, Fahri Hamzah 12,52 persen, Sutan Bhatoegana 12,42, Nurul Arifin 12,14 persen, Martin Hutabarat 11,86 persen, Ahmad Yani 1,77 persen, Syarifuddin Suding 1,49 persen.

Menurut Mochtar, kengototan anggota DPR ini cenderung dilihat sebagai hal yang negatif. Sebab karakter masyarakat Indonesia kurang suka dengan orang yang menyampaikan pendapat secara ngotot

"Responden menilai mereka ngotot bukan untuk rakyat. Namun ngotot, keras, apakah dalam  konteks negatif atau positif seperti memperjuangkan keinginan rakyat, tetap saja dinilai pada konotasi negatif," kata Mochtar di Jakarta, Ahad, (29/9).

Eva Kusuma maupun Amien Rais kebanyakan memperjuangkan gagasan positif. "Namun masyarakat tetap tidak suka dengan cara penyampain gagasan yang ngotot," ujar Mochtar.

Gaya komunikasi Priyo Budi Santoso dan  Jokowi, terang Mochtar,  malah lebih disukai oleh masyarakat. Mereka tidak suka ngotot dan lebih sesuai dengan  karakter masyakat Indonesia yang lebih paguyuban.

Priyo, ujar Mochtar, dalam berkomunikasi dinilai santun dan tidak berapi-api. Ini gaya bicara yang disukai masyarakat.

Priyo, Anggota Dewan Paling Aspiratif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Institut Riset Indonesia (Insis) Mochtar W Oetomo mengatakan,  berdasarkan survei yang dilakukan lembaganya Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dinilai sebagai anggota dewan yang paling aspiratif.
Ia dinilai sering mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat. Berdasarkan survei, terang Mochtar, anggota dewan paling aspiratif diduduki Priyo Budi Santoso pada peringkat pertama dengan presentase 6,91 persen, disusul Rieke Dyah Pitaloka 6,16 persen, Ganjar Pranowo 5,6 persen, Taufik Kurniawan 4,67 persen, Budiman Sudjatmiko 3,92 persen, Mahfudz Siddiq 3,45 persen, Ahmad Muqowam 2,89 persen, Ahmad Muzani 2,52 persen, dan Eko Hendro Purnomo 2,14 persen.

Kategori aspiratif, ujar Mochtar, diukur dari bagaimana publik mengetahui sikap aspiratif anggota dewan tersebut dari berbagai sumber informasi. Sumber informasi itu baik dari TV, surat kabar, atau interaksi antara responden dengan anggota dewan saat turun menyapa konstituennya di dapil-dapil.

Sebenarnya, kata Mochtar, penentu utama penilaian aspiratif atau tidaknya seorang anggota dewan adalah faktor rajin atau tidaknya mereka turun ke  dapil. "Faktor media atau pemberitaan bukan faktor utama," katanya.

Hasil olah survei, Mochtar menerangkan, diketahui nama anggota dewan yang  sering turun ke masyarakat, bukan hanya mengandalkan pencitraan baik di televisi. Walaupun banyak anggota dewan yang sering menggunakan televisi untuk alat pencitraan.

Ruhut Sitompul, kata Mochtar, setiap hari muncul dan menyampaikan pendapat di televisi. Namun ia tidak masuk sebagai anggota dewan aspiratif.

Priyo sendiri, saat terjadi penolakan anggota komisi III terhadap Ruhut untuk memimpin komisi III, bersikap
demokratis dan aspiratif. Ia berani mengambil sikap dengan menampung aspirasi berbagai anggota komisi III dari Fraksi PPP, Hanura, PKS, Golkar yang menolak Ruhut menjadi ketua komisi III.

Anies Baswedan: Guru Indonesia perlu Diberdayakan

 

Hidayatullah.com--Manusia Indonesia ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk merubah wajah Indonesia. Ke depan, diyakini peran para pendidik atau guru akan semakin sentral untuk pendidikan Indonesia.
Demikian disampaikan Dr Anies Baswedan dalam acara IDEAFEST2013 di JCC, bertema dalam acara "A State of Indonesian Creative Conference” hari Sabtu, 28 September 2013, di Jakarta Convention Centre, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta,  di mana Anies Baswedan menjadi salah satu pembicaranya.
"Saya melihat makin hari peran guru sangat sentral. Kami mempercayai betul kekuatan guru sebagai pengubah anak-anak didiknya," ujar Anis Sabtu (28/9/2013) kemarin.
"Kalau kita boleh katakan, pada gurulah kita titipkan persiapan masa depan republik ini. Betul-betul pada guru dan di sekolah-sekolah itu wajah masa depan kita,"tambahnya.
 Dengan kualitas guru yang seperti ini saja, hasilnya kita semua di sini. Please respect our teacher karena dengan guru ini saja sudah terjadi perubahan Indonesia seperti sekarang,"terangnya.
Meski demikian, Anies melihat ada masalah terhadap peran guru di Indonesia. Masalahnya terutama seputar kualitas guru dan distribusi guru untuk daerah-daerah di Indonesia.
Untuk itu, Anies menginginkan perlunya meningkatkan peran guru untuk ke depannya.
"Ke depan peran guru akan bergeser. Di banyak tempat kita mulai menyaksikan proses belajar tidak lagi mengandalkan guru sebagai sumber pengetahuan tapi guru sebagai fasilitator, guru sebagai teman, guru sebagai salah satu sumber yang merangsang munculnya motivasi untuk belajar. Jadi peran guru mengalami pergeseran,"harapnya.
Selain itu, Anies menekankan perlunya empowerment (pemberdayaan) bagi para guru. Yang tidak kalah penting, kata dia adalah menyambungkan tiap institusi pendidikan dengan sumber-sumber pengetahuan.
"Hari ini di Jakarta konektivitas sudah baik, tapi di luar itu, di luar kota besar apalagi di daerah-daerah relatif yang jauh dari pusat-pusat kemajuan, konektivitas adalah masalah besar. Ini tantangan kedua yang harus kita segera bereskan. Dimana kita bisa memainkan peran,"pungkasnya.*/kiriman Runni (Jakarta)
sumber: www.hidayatullah.com

Saturday, 28 September 2013

Dadang Kahmad : Tingkatkan Kinerja AUM Dalam Menghadapi AFTA 2015



Ciamis – Rabu (25/9/2013) Prof. Dr. Dadang Kahmad, M.Si mewakili PP Muhammadiyah menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis, sebanyak 379 Mahasiswa dari Program Studi D-3 Keperwatan, D-3 Kebidanan, D-3 Farmasi, D-3 Analis Kesehatan, S1 Keperawatan dan Profesi Ners STIKES diwisuda di Gedung Islamic Center Ciamis.
Ketua PP Muhammadiyah itu menyarankan perlunya Amal Usaha Muhammadiyah meningkatkan kinerja dalam menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) atau pasar bebas Asia tahun 2015, supaya memiliki daya saing yang tinggi dengan program unggulan Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang lainnya. Kalau tidak, akan kehilangan pasaran kerja bagi anak didik kita.
Hadir juga Kadin Kesehatan Prop. Jawa Barat, Sekda Ciamis, dan Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.(ph)*
sumber: http://www.muhammadiyah.or.id

Friday, 27 September 2013

Keutamaan Menuntut Ilmu dan Adab-Adab Penuntut Ilmu


Diantara perkara mulia yang hendaknya menjadi kesibukan kita adalah menuntut ilmu syar’i yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena ilmu yang bersumber dari keduanya adalah cahaya dan pelita bagi pemiliknya, sehingga nampak jelas baginya kegelapan kebatilan dan kesesatan. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih didahulukan daripada perkataan dan perbuatan. Sebagaimana firman Allah ta’ala :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ  [محمد:19]
“Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah dan mintalah ampun atas dosa-dosamu.”  [Muhammad : 16]

Didalam ayat diatas Allah lebih mendahulukan ilmu daripada perkataan dan perbuatan.

Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari al Qur’an
Terdapat banyak dalil, baik dari Kitabullah maupun Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelasakan tentang keutamaan, keagungan serta ketinggian ilmu. Diantaranya adalah :
Pertama : Firman Allah ta’ala :
شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ [آل عمران:18]
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Ali Imraan : 18]
Ayat ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Allah ta’ala telah menggandengan persaksian para ulama’ dengan persaksian-Nya dan persaksian para malaikat, bahwa Dia adalah sesembahan yang benar, yang berhak diibadahi, tidak ada Ilah yang benar melainkan Dia.
Kedua : Firman Allah ta’ala :
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا  [طه:114]
“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad) tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 114]
Allah ta’ala memerintahkan NabiNya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta kepadaNya tambahan ilmu. Ini adalah dalil yang sangat jelas akan keutamaan menuntut ilmu, karena tidaklah Allah perintahkan kepada beliau untuk meminta tambahan sesuatu kecuali hanya tambahan ilmu.
Ketiga : Allah ta’ala ketika menjelaskan keutamaan ilmu serta keagungan kemuliaannya berfirman :
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ  [الزمر:9]
“Katakanlah, apakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak tahu.” [Az Zumar : 9]
Dalam ayat ini Allah ta’ala membedakan antara ahlul ilmi dengan selainnya. Dia menjelasakan bahwa tidaklah sama antara orang yang tahu kebenaran dengan orang yang jahil akan kebenaran.
Keempat : Allah ta’ala menjelaskan tentang kemuliaan ahlul ilmi serta keutamaan mereka dalam firman-Nya :
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ [فاطر:28]
“Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah diantara para hamba-Nya adalah para ulama’.” [Faathir : 28]
Didalam ayat ini Allah ta’ala menerangkan bahwa ulama’ yang haqiqi adalah orang yang takut kepada Allah (ahlul khosyah).
Dalil-Dalil Keutamaan Ilmu Dari As Sunnah
Kita dapati banyak sekali dali-dalil yang besumber dari al Qur’an yang menunjukkan akan keutamaan ilmu. Demikian pula dalil-dalil yang berasal dari As Sunnah An Nabawiyah dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diantaranya adalah :
Pertama : Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
“Barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga. Tidaklah berkumpul suatu kaum disalah satu masjid diantara masjid-masjid Allah, mereka membaca Kitabullah serta saling mempelajarinya kecuali akan turun kepada mereka ketenangan  dan rahmat serta diliputi oleh para malaikat. Allah menyebut-nyebut mereka dihadapan para malaikat.”
Kedua : Sebuah hadits yang ada di shahihain dari Muawiyah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan, niscana akan difahamkan tentang urusan agamanya.”
Hadits ini menunjukkan bahwa seorang hamba yang memiki semangat dan perhatian dalam menuntut ilmu merupakan salah satu tanda yang menunjukkan bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya. Karena siapa saja yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka akan difahamkan dalam urusan agamanya.
Ketiga : Hadits yang dikeluarkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya, dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Barangsiapa menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan tunjukkan baginya salah satu jalan dari jalan-jalan menuju ke surga. Sesungguhnya malaikat meletakan syap-sayap mereka sebagai bentuk keridhaan terhadap penuntut ilmu.Sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi meminta ampun untuk seorang yang berilmu sampai ikan yang ada di air. Sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah sebagaimana keutamaan bulan purnama terhadap semua bintang. Dan sesungguhnya para ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya mereka tidaklah mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambil bagian ilmu maka sungguh dia telah mengambil bagian yang berharga.”
Ini adalah hadits yang sangat agung. Berisi penjelasan tentang keutamaan ilmu, kemuliaan ahlul ilmi dan pahala mereka disisi Allah ta’ala. Hadits diatas mengandung lima kalimat, setiap kalimatnya menunjukkan akan keutamaan ahlul ilmi dan tingginya kedudukan mereka disisi Allah ta’ala. Oleh karena itu ImamAl Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah memiliki tulisan khusus yang menjelaskan hadits ini.
Keempat : Diantara hadits shahih yang menjelaskan tentang keutamaan dan kemuliaan menuntut ilmu adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia telah meninggal dunia maka terputuslah semua amalannya kecuali tiga amalan : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan dia.” [HR. Muslim].
Hadits ini menunjukkan atas agungnya keutamaan ilmu dan pahala mengajarkan ilmu, baik lewat kajian maupun tulisan. Karena hal tersebut akan mmbuahkan pahala yang besar untuk manusia baik dimasa hidupnya maupun setelah kematiannya. Amalannya tidak akan terputus meskipun dia sudah meninggal dunia, bahkan pahala dan ganjaran dari Allah ta’ala senantiasa mengalir kepadanya selama ilmu yang dia ajarkan dimanfaatkan oleh manusia. Ini merupakan perkara kedua yang Allah catat dan tetapkan untuk manusia. Karena Allah ta’ala menulis amal manusia yang dikerjakan semasa hidupnya serta menulis bekas (atsar) dari amalannya tersebut setelah kematiannya. Allah ta’ala berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ  [يس:12]
“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” [Yasin : 12]
Maka yang dicatat oleh Allah ta’ala adalah amalan seorang hamba dan bekas dari amalannya. Atsar dari amalan seseorang ada pada saat dia hidup maupun setelah kematiannya. Oleh karena itu pahala para ulama’ yang telah meninggalkan dan mewariskan ilmu dari karya tulis mereka senantiasa mengalir kepada mereka selama manusia mengambil manfaat dari kitab dan tulisan mereka.
Kelima : Diantara hadits yang menunjukkan akan keutamaan ilmu dan mengajarkannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Orang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.”
Didalam hadits ini terdapat penetapan kebaikan bagi orang yang menyibukkan dirinya dengan Kitabullah dengan mempelajari atau mengajarkannya. Oleh karena itu mereka termasuk orang terbaik dari umat ini. Telah datang hadits dari shahih Muslim bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Al Qur’an dan menurunkan derajat kaum yang lain dengannya.”
Keenam : Telah datang keterangan bahwa Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan kecerahan wajah bagi orang yang memiliki perhatian terhadap ilmu, berusaha memahami, mempelajari dan mengajarkannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ
“Semoga Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengarkan hadits, lalu menghafal dan menyampaikannya. Betapa banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham darinya. Dan betapa banyak orang yang membawa fiqih namun dia bukan seorang yang faqih.”
Kandungan hadits ini menunjukkan akan keutamaan ilmu, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a dengan do’a yang agung dan berbarakah bagi ahlul ilmi dan penuntut ilmu.
Ringkasnya, ada banyak dalil yang menunjukkan akan keutamaan dan kemuliaan ilmu. Maka selayaknya seorang muslim dan muslimah untuk bersungguh-sungguh memperhatikan dan memanfaatkan waktunya dijalan ilmu. Hendaknya dia selalu memiliki bagian dari menuntut ilmu dalam perjalanan harian dia. Oleh karena itu Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap kali selesai dari melaksanakan shalat subuh beliau senantiasa berdo’a :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah sesungguhnya saya minta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima.”
Do’a yang senantiasa beliau ucapkan setiap harinya setelah shalat subuh ini menunjukkan bahwa menuntut ilmu yang bermanfaat termasuk tujuan terbesar seorang muslim disetiap perjalanan waktu hariannya. Dan sesungguhnya menuntut ilmu lebih didahulukan daripada mencari rizqi dan beramal. Karena ilmu itu sebagai dasar dan pondasi yang dapat membedakan antara rizqi yang baik dan buruk, anatara amal shalih dan amal tidak shalih. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya benar-benar memiliki perhatian terhadap waktunya, dia gunakan untuk menuntut ilmu supaya setiap hari dia mendapatkan bagian dari ilmu.
Adab-Adab Penuntut Ilmu
Setelah seorang penuntut ilmu mengetahui dan memahami akan keutamaan menuntut ilmu, maka hendaknya dia memiliki perhatian yang besar terhadap permasalahan adab-adab penuntut ilmu, diantaranya adalah :
 Pertama : Ikhlas
Seorang penuntut ilmu dalam mencari ilmu hedaknya punya perhatian besar terhadap keikhlasan niat dan tujuanya dalam mencari ilmu, yaitu hanya untuk Allah ta’ala. Karena menuntut ilmu adalah ibadah, dan yang namanya ibadah tidak akan diterima kecuali jika ditujukan hanya untuk Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ  [البينة:5]
“Dan mereka tidaklah diperintahkan melainkan hanya untuk beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan amalan mereka.” [Al Baiyinah : 5]
Didalam shahihain disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung dengan niatnya dan setiap orang akan memperolah pahala sesuai dengan apa yang dia niatkan.”
Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam juga bersabda dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :
إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk wajah dan harta kalian, namun yang Dia lihat adalah hati dan amalan kalian.”
Oleh karena itu seseorang yang punya cita-cita yang tinggi dalam mencari dan memperoleh ilmu hendaknya punya perhatian yang besar terhadap keihklasan niat. Karena niat yang ikhlas merupakan sebab akan barakahnya ilmu dan amal. Sebagaimana perkataan sebagian salaf :
رُبَّ عملٍ صغير تكثِّره النية ، ورُبَّ عملٍ كثير تصغره النية
“Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niatnya dan betapa banyak amalan besar menjadi kecil karena niatnya pula.”
Maka setiap orang yang telah diberi taufiq oleh Allah untuk bisa berjalan diatas jalan ilmu hendaknya waspada terhadap niat yang rusak dan selalu berusaha untuk menjadikan niatnya dalam menuntut ilmu hanya mengharapkan keridhaan dan wajah Allah ta’ala.
Kedua : Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.
Sesungguhnya seorang hamba butuh kepada kesungguhan dan semangat untuk memperoleh ilmu. Dia paksa jiwanya untuk jauh dari sifat lemah dan malas. Oleh karena itu Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari sifat lemah dan malas. Karena malas akan menyebabkan terhalanginya seseorang dari mendapatkan kebaikan yang banyak. Dan sebaliknya dengan kesungguhan akan diperoleh banyak keutamaan. Sebagaimana perkataan yang ada dalam suatu syair :
الجَدُّبالجِدِّ والحرمانُ بالكسلِ                      فانصَبْ تُصِب عن قريبٍ غايةَ الأملِ
Maksudnya adalah bahwa bagian besar dan berharga dari ilmu  tidak akan diraih kecuali dengan kesungguhan. Adapun sifat malas dan lemah hanya akan menghalangi seseorang dari mendapatkan ilmu. Oleh karena itu seorang penuntut ilmu handaknya mengerahkan segala upaya untuk memaksa jiwanya dalam meraih ilmu. Sebagaimana firman Allah ta’ala :
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ [العنكبوت:69] .
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dijalan Kami nisacaya Kami akan tunjukkan kepadanya jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” [Al Ankabut : 69]
Ketiga : Meminta pertolongan kepada Allah ta’ala.
Ini adalah diantara perkara penting yang harus diperhatiakan oleh seorang penuntut ilmu, bahkan perkara ini adalah dasar yang harus ada pada seorang penuntut ilmu , yaitu beristi’anah atau meminta pertolongan kepada Allah ta’ala untuk bisa meraih ilmu. Telah berlalu sebelumnya firman Allah ta’ala :
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا  [طه:114]
“Dan katakanlah (wahai Nabi Muhammad), ya Rabb tambahkanlah ilmu kepadaku.” [Thaaha : 11]
Telah kita ketahui juga bahwa Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari setelah selesai shalat subuh berdo’a kepada Allah :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah sesungguhnya saya minta kepada Engkau ilmu yang bermanfaat, rizqi yang baik dan amalan yang diterima.”
Maka seorang penuntut ilmu hendaknya selalau beristi’anah kepada Allah, meminta pertolongan dan taufiq kepadaNya. Allah ta’ala berfirman :
وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ  [النور:21]
“Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya.” [An Nur : 21]
Dalam ayat yang lain Dia juga berfirman :
وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ [الحجرات:7]
“Akan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” [Al Hujurat : 7]
Keempat : Mengamalkan ilmu.
Seorang penuntut ilmu harus punya perhatian serius terhadap perkara mengamalkan ilmu. Karena tujuan dari menuntut ilmu adalah untuk diamalkan. Ali radhiyallahu ‘anhu berkata :
يهتف بالعلم العمل ، فإن أجابه وإلا ارتحل
“Ilmu akan mengajak pemiliknya untuk beramal, jika dia penuhi ajakan tersebut ilmunya akan tetap ada, namun jika tidak maka ilmunya akan hilang.”
Oleh sebab itu seorang penuntut ilmu harus benar-benar berusaha mengamalkan ilmunya. Adapun jika yang dialakukan hanya mengumpulkan ilmu namun berpaling dari beramal, maka ilmunya akan menjadi mencelakannya. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ
“Al Qur’an bisa menjadi penolong bagimu atau justru bisa mencelakakanmu.”
Menjadi penolongmu jika Engkau mengamalkannya, dan mencelakakanmu jika Engkau tidak mengamalkannya.
Kelima : Berhias dengan akhlaq mulia.
Seorang penuntut ilmu hendaknya menghiasi dirinya dengan akhlaq mulia seperti, lemah lembut, tenang, santun dan sabar. Karena sifat-sifat tersebut termasuk akhlaq mulia. Para ulama’ telah menulis banyak kitab tentang adab seorang penuntut ilmu. Diantara kitab ringkas yang telah mereka tulis adalah kitab “Hilyah Thalabil Ilmi” buah karya Syaikh Bakr Abu Zaid rahimahullah. Kitab ini adalah kitab yang sangat bermanfaat dan berfaedah yang menjelaskan tentang adab-adab penuntut ilmu.
Keenam : Mendakwahkan ilmu.
Jika seorang penuntut ilmu mendapatkan taufiq untuk bisa mengambil manfaat dari ilmunya, hendaknya dia juga bersemangat untuk menyampaikan ilmu dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain. Dalam rangka mengamalkan firman Allah ta’ala :
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) [سورة العصر]
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”  [Al Ashr :1-3]
Didalam ayat yang mulia ini, Allah ta’ala bersumpah bahwa manusia semunya mengalami kerugian, tidak ada seorangpun yang selamat dari kerugian kecuali orang yang beriman, berilmu, mengamalkan ilmunya, mendakwahkannya kepada orang lain serta bersabar atas gangguan yang menimpanya.
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa kedudukan ilmu dan beramal dengannya itu bertingkat-tingkat. Sebagaimana dinukil oleh Adz Dzahabi rahimahullah di Siyaru A’laamin Nubalaa dari Muhammad bin An Nadhr, dia berkata :
أول العلم الاستماع والإنصات ، ثم حفظه، ثم العمل به ، ثم بثه
“Ilmu yang pertama kali adalah mendengar dan diam, kemudian menghafal, mengamalkan lalu menyebarkannya.”
Orang yang menyebarkan ilmu akan memperoleh pahala yang besar, karena setiap kali ada orang yang mengambil faedah dari ilmu yang dia sebarkan dan dakwahkan akan dicatat baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengamalkan dakwahnya tersebut. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk maka baginya pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun juga.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan maka baginya ada pahala sebagaimana orang yang melakukannya.”
Maka setiap kali ada orang yang mengambil manfaat dari ilmunya maka akan dicatat pahala baginya. Tidak diragukan bahwa ini menunjukkan akan keutamaan mengajarkan ilmu dan memberi manfaat kepada manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لأَنْ يَهْدِيَ اللَّهُ بِكَ رَجُلا وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
 “Allah memberikan petunjuk kepada satu orang disebabkan karena kamu, maka hal itu lebih baik dari pada onta merah (harta yang paling mahal).”
Kita meminta kepada Allah, Rabb arsy yang agung, kita meminta dengan menyebut nama-namanya yang indah dan sifat-sifatnya yang tinggi agar menganugerahkan kita semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Menunjuki kita kepada jalan-Nya yang lurus, memperbaiki semua keadaan kita dan tidak membiarkan kita bersandar pada diri kita sendiri meskipun hanya sesaat.
Alhamdulillah Rabbil Alamin
Diterjemahkan secara bebas dari transkrip muhadharah Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr hafidzahumallah فَضْلُ طلَبِ الْعِلْمِ وَآدَابُ طُلَّابِ
DOWNLOAD MATERI SARASEHAN DAN DIALOG PENEGUHAN AMAL DENGAN ILMU SEPUTAR 'IDUL ADHA DI SINI .BAGI ANDA YANG INGIN MENGETAHUI KRETERIA HEWAN/DAGING YANG SEHAT DAN SAKIT SERTA MANFA'AT DAN MADLOROTNYA ANDA BISA MEN DOWNLOAD NYA DI SINI